Target Rute Eropa, Jaga Load Factor Tetap Tinggi

Usia 12 tahun, Sriwijaya Air punya target besar nan istimewa, yaitu perluasan jaringan rute penerbangan hingga ke Eropa. Mimpi ini bukan hal mustahil untuk direalisasikan dalam waktu dekat. Jaringan Asia yang berhasil memenuhi target sebelumnya terus memacu Sriwijaya Air untuk menjadi maskapai yang lebih besar lagi.
“Target Sriwijaya Air di masa mendatang harus mampu melakukan penerbangan hingga ke Eropa, serta dapat memberi fasilitas baru bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan ibadah haji maupun umrah,” tutur District Manager Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah di sela-sela peringatan HUT Sriwijaya Air yang ke 12 di Executive Lounge East Java Bandara Abdurrahman Saleh, kepada Malang Post.
Dia menuturkan, senada dengan tema Bersinergi Dalam Negeri, Sriwijaya Air bermaksud kembali membangun jaringan baru di dalam maupun luar negeri. “Sejauh ini rute penerbangan Denpasar-Singapura sudah direalisasikan. Beberapa program sebelumnya yang belum terealisasi juga menjadi konsentrasi utama Sriwijaya Air saat ini,” urainya.
Instrument Landing System (ILS) yang memenuhi syarat menjadi salah satu pertimbangan Sriwijaya Air untuk menambah armada baru dengan ukuran yang lebih besar. Pesawat seri 900 ER ditargetkan mampu beroperasi di tahun depan. Menurut Yusri, salah satu keunggulan seri 900 ER adalah mampu terbang lebih jauh dan menampung penumpang lebih banyak.
Di Indonesia, seri tersebut merupakan standar armada bagi maskapai-maskapai Indonesia, jadi seri 900 ER merupakan sebuah seri yang sudah termasuk standar pesawat yang dibutuhkan.
Lebih lanjut Yusri menambahkan, tingkat konsumerisme masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan kepercayaan ditargetkan mampu memenuhi load factor atau jumlah keterisian penumpang. “Load factor dari tahun ke tahun yang selalu berada pada angka di atas 90 persen ini positif akan terus mengalami peningkatan dengan adanya fasilitas dan program baru yang selalu kami upayakan,” tegasnya
Persaingan yang semakin ketat dirasakan melalui berbagai promosi harga jual tiket dengan berbagai maskapai penerbangan lain. Meski demikian, Yusri menjamin harga tiket yang ditawarkan Sriwijaya Air tetap berada di harga normal. Berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 jutaan.  “Hal ini akan lebih menguntungkan konsumen, pasalnya kami selalu mengutamakan kepentingan konsumen daripada profit belaka,” ujar pria asal Kepanjen ini. (mg2/han)