Langganan Diundang Show di Hongkong

Persaingan dunia fashion yang ketat tidak menyurutkan semangat desainer kondang Malang, Andy Sugix untuk terus menciptakan inovasi baru. Awal tahun depan ia akan kembali melakukan dua pagelaran busana di Hongkong dalam sebuah event besar yang diselenggarakan imigran sukses Indonesia yang tergabung dalam BMI (Buruh Migran Indonesia).
“Januari 2016 saya kembali diundang untuk melakukan dua pagelaran busana sekaligus dalam dua event berbeda. Tema yang saya usung adalah batik gendong, selain itu juga dengan tema lain sesuai dengan permintaan penyelenggara event,” tutur pria bernama asli Muhammad Andi Arifin ini kepada Malang Post, di sela-sela acara Culture Sistance yang diselenggarakan Jurusan Tata Busana UM, di Malang Town Square, Selasa (10/11/15), kemarin.
Andy menuturkan bahwa, tahun depan merupakan tahun ketiga ia mengikuti pagelaran busana yang diselenggarakan BMI. Kerjasama dan dukungan yang baik dari kedutaan Indonesia di Hongkong merupakan salah satu faktor kesuksesan acara tersebut. “Di sana saya juga didaulat sebagai juri make up tradisional. Hal ini didasarkan pada prinsip mereka untuk terus mencintai budaya Indonesia,” jelasnya.
Sarjana Ekonomi ini menuturkan, profesinya sebagai desainer ditekuni secara otodidak. Kecintaannya pada dunia seni kini membawanya untuk mendulang kesuksesan. Berawal sebagai cover boy, ia mencoba mengembangkan potensinya melalui berbagai lomba desainer. Apresiasi yang ditunjukkan berbagai pecinta dunia fashion menyadarkan bahwa ia memiliki potensi yang besar.
“Saya meraih juara ke dua dalam event tahunan Bali Fashion Tandance, dan mendapat beasiswa sekolah mode. Kesempatan itu tidak saya sia-siakan,” tuturnya.
Saat ini ia juga telah melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintahan, tahun depan desain batik yang ia buat akan dijadikan sebagai seragam dinas pemerintah Indonesia. Ia juga menuturkan, tidak ada patokan harga pasti yang diberikannya kepada para klien. Harga yang ditawarkannya selalu menyesuaikan dengan kebutuhan para klien.
“Saya tidak pernah memberi patokan harga, karena klien saya berasal dari banyak kalangan. Saya selalu berusaha membantu para klien untuk mewujudkan baju impian mereka. Saya tidak ingin klien merasa kecewa, karena mereka adalah teman dan keluarga saya,” tambahnya.
Celana yoga berbahan batik merupakan salah satu produk miliknya yang sudah go international. Produknya ini dikirim ke Belanda dan beberapa negara tetangganya. Hal ini juga yang mendorongnya untuk mewujudkan mimpi menjadi desainer yang bisa go international. Ia berharap karyanya akan banyak dikenal masyarakat global, sebab saat ini banyak artis kenamaan Indonesia seperti Ashanty dan Aurel Hermansyah yang mengenakan desainnya ini.
Dalam waktu dekat Andy Sugix juga akan menggelar fashion show dengan menggandeng banyak disainer muda lokal lain. Kegiatan ini bertujuan memberi kesempatan bagi para desainer berbakat di Malang untuk lebih mengeksplor kemampuan mereka. Secara tidak langsung, hal ini juga akan memicu semangat masyarakat untuk lebih mencintai hasil karya anak-anak bangsa.
Dalam acara yang diselenggarakan Jurusan Tata Busana UM kemarin, Andy menyuguhkan tujuh busana dengan tema glamor yang membuat undangan kagum. Busana dengan perpaduan warna cerah ini merupakan karya pertamanya yang ia tunjukkan dalam event ini. “Ini pertama kali saya mengikuti kegiatan ini, ternyata antusias undangan sangat bagus. Saya harap karya ini dapat memotivasi teman-teman untuk menciptakan banyak karya baru sesuai dengan jati diri mereka,” ujarnya. (mg2/han)