Bazar Emas Pegadaian, Harga Lebih Murah

MALANG - Semester kedua tahun ini, PT Pegadaian (Persero) Area Malang memberikan kesempatan kepada nasabah dan masyarakat umum untuk mendapatkan koleksi perhiasan lelang melalui bazar emas. Kegiatan ini dinilai efektif mengurangi emas yang sudah jatuh tempo dan mengendap, serta kian meningkat peminatnya dari bulan ke bulan.
"Lelang emas sebenarnya sudah lama. Tetapi selama ini kami jarang melibatkan atau memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk membelinya. Sebab sudah ada pengepul yang membeli emas lelang itu," ujar Divisi Penjualan Pegadaian Area Malang, Aulia Damayanti.
Namun sejak September 2015 ini, Pegadaian terlebih dulu memberikan kesempatan kepada nasabah untuk melihat koleksi perhiasan tersebut. Dengan jadwal terencana, masyarakat akan mendapatkan pula pemberitahuan melalui broadcast hingga flyering.
"Bazar emas, tahun lalu hanya situasional. Tetapi sekarang ada jadwal, di tiap cabang berbeda. Jika ingin mendapatkan perhiasan dengan harga murah, kini lebih terbuka," urai dia panjang lebar.
September dan Oktober lalu, bazar berlangsung delapan kali, berbeda lokasi. Misalnya Cabang Blitar, Cabang Kepanjen hingga Cabang Malang. Menurutnya, koleksi perhiasan yang dilelang merupakan barang jatuh tempo dari cabang tersebut. Jumlahnya bervariasi, bisa di atas 100 item per bazar. "Jumlahnya berbeda setiap lokasi. Cabang Malang terhitung paling besar karena lokasinya potensial dijangkau nasabah," tambah Aulia.
Dia mengakui, setiap kali bazar emas akan berlangsung selama tiga hari. Dalam sehari, yang terjual antara 10-20 pieces perhiasan. Hasil lelang, bisa mencapai Rp 20 jutaan per hari. "Tergantung berat perhiasan yang dibeli. Satu perhiasan bisa berharga Rp 3 juta sampai Rp 7 jutaan," papar dia.
Menurutnya, dulu memang peminatnya masih sedikit. Barang lelang hanya terjual antara 4-8 pieces per hari. Seiring intensif dalam menyampaikan program, masyarakat bisa menjangkau bazar tersebut.
Sementara itu, terkait barang lelang, menurut Aulia, merupakan barang jatuh tempo mulai dari kalung, cincin maupun gelang serta emas batangan. Barang itu minimal sudah 124 hari atau melewati batas maksimal penebusan sesuai dengan perjanjian gadai.
Pegadaian pun sudah beberapa kali menghubungi nasabah. Sebelum dilakukan lelang, Pegadaian sudah memberikan informasi mengenai tanggal jatuh tempo. “Informasinya kita sampaikan terus, baik ketika perjanjian maupun menjelang jatuh tempo," tegasnya.
Beberapa alasan dari nasabah, seperti tidak memiliki dana untuk menebus hingga pindah kota sehingga tidak memungkinkan melakukan penebusan ketika jatuh tempo. November ini, jadwal lelang di Malang akan berlangsung di Cabang Rampal, 12-14 November dan di Cabang Tlogomas 16-18 November. “Untuk Blitar, yang masih di bawah Area Malang, berlangsung 24-26 November,” pungkas Aulia.  (ley/han)