Buka Cabang Kedua di Malang

MALANG – Sukses dengan bisnis kuliner di kota wisata Batu, kini Yohan Tandya mencoba keberuntungan dengan membuka cabang Warung Ijen di Malang. Rumah makan yang mengusung tema tradisional modern ini memiliki aneka menu andalan yang dikemas modern tanpa menghilangkan unsur tradisional.
“Menu yang kami tawarkan kebanyakan makanan khas Indonesia yang kental akan bumbu Jawa,” tuturnya  kepada Malang Post, (11/11/15) kemarin.
Yohan menyebutkan, rumah makan yang baru dibuka sejak lima hari ini menawarkan berbagai menu dengan harga terjangkau. Ia mencontohkan sego malangan yang terdiri dari nasi, sambal terung, sambal udang, suwir tahu tongkol, jagung, dan ayam goreng dibandrol dengan harga Rp 25 ribu. Untuk ikan gurami (6 ons) yang bisa dimakan tiga orang dapat dinikmati dengan harga Rp 50 ribu.
Menurutnya, ia membuka cabang di Malang untuk mengulangi kesuksesan sebelumnya. Selain itu, permintaan pasar akan kebutuhan kuliner yang terus mengalami peningkatan sengaja ia jawab dengan kehadiran rumah makan ini. Persaingan ketat baginya bukanlah sebuah hambatan, namun merupakan salah satu motivasi baginya untuk lebih berkembang dengan inovasi-inovasi baru.
Para pelanggan yang datang sejauh ini memang sebatas untuk memenuhi rasa penasaran mereka, namun tidak jarang pula merupakan pelanggan rumah makannya di Batu. “Pelanggan yang sudah mengetahui Warung Batu, antusiasnya sangat tinggi ketika mengetahui kami telah membuka cabang di Malang, karena jaraknya lebih dekat,” tambahnya.
Menu tradisional sengaja ditonjolkannya untuk lebih mengangkat kekayaan kuliner Indonesia. Jika diamati, menu sego malangan pada dasarnya memiliki konsep yang hampir mirip dengan rijsttafell, sebuah sajian makanan di zaman pemerintah kolonial Belanda yang memadukan nasi dengan banyak lauk lainnya seperti sambal goreng, perkedel, dan beberapa olahan daging.
Dalam waktu dekat ia akan melakukan promo terbaru untuk memancing para pelanggan datang ke tempatnya. “Rencananya saya akan membagikan voucher sebesar Rp 25 ribu untuk para pelanggan. Strategi ini juga lebih ditujukan bagi masyarakat yang belum mengenal kami,” jelasnya.
Lokasi yang strategis dan dekat dengan beberapa perguruan tinggi sengaja dijawabnya dengan menyediakan berbagai ruangan yang cocok untuk berbagai situasi. “Ruang tengah didesain dengan suasana keluarga, ruang samping dapat digunakan untuk acara rapat. Sementara di outdor lebih nyaman untuk tempat nongkrongnya anak-anak muda,” tuturnya.
Dengan berbagai strategi pemasaran yang telah disusun dengan baik, ia berharap rumah makannya ini akan mengalami kesuksesan yang sama dengan rumah makan sebelumnya, serta masyarakat dapat menerima dengan baik setiap konsep yang ditawarkan. “Rumah makan di Batu sudah dibuka sejak dua tahun yang lalu, respon masyarakat sangat baik, begitu juga dengan pemerintah setempat,” ujar Sarjana Teknik Arsitektur ini. (mg2/han)