Bisnis Fashion Mulai Bergairah

MALANG - Dua bulan jelang berakhirnya 2015, beberapa sektor bisnis mulai bergeliat. Pelaku bisnis seperti fashion mulai intensif dalam meningkatkan program sales. Misalnya dengan pameran yang dijadikan ajang mengenalkan koleksi terbaru
Owner Fortune Organizer, Rika Fortune mengatakan sejak Oktober lalu, bisnis terlihat mulai bergairah. Beberapa organizer intensif menggelar pameran. "Intensitas pameran mulai padat. Sebelumnya tidak seramai sekarang," ujarnya.
Menurut Rika, dia pun lebih sering menggelar event. Baik yang berlangsung di Malang maupun di luar kota seperti Surabaya, Kediri maupun Tulungagung. "Tergantung EO-nya, mereka konsen menggelar event di wilayah mana. Saat ini, Fortune masih di Jawa Timur," papar dia.
Awal pekan depan, Fortune Organizer akan menggelar pameran di salah satu pusat perbelanjaan di Malang. Pesertanya tidak hanya dari Malang tetapi dari luar kota seperti Bandung, Jakarta dan kota lain di Jawa Tengah. dari review beberapa pameran terakhir, angka kunjungan dan omzet pun terlihat meningkat.
"Sudah ada peningkatan juga dari omzet peserta pameran maupun tingkat kunjungan. Sekitar 10-20 persen per stand," tambahnya.
Sementara itu, Owner Lia Collection, Lia Indrawati mengakui jika bisnis fashion mulai mengalami perbaikan di triwulan terakhir 2015 ini. Berdasarkan dua kali event pameran, baik di Malang maupun Sidoarjo yang dia ikuti, penjualan mulai terlihat naik. "Walaupun masih berat untuk menyamai raihan tahun lalu, tapi ada perkembangan sales," tuturnya.
Meskipun belum menghitung jumlah pasti peningkatan, Lia mengakui, jika hal ini bisa terlihat dengan perhitungan kasar. Misalnya ketika pameran di Malang, periode semester pertama, penjualan koleksi susah menembus angka dua digit, terutama di awal pekan. "Nah sekarang, seperti pameran di MOG pekan lalu, sales bisa mencapai 20 pieces per hari, hanya dalam pameran," papar dia.
Menurut Lia, selain faktor daya beli yang meningkat ketimbang triwulan ketiga maupun semester pertama 2015 ini, customer sudah memiliki dana pasti yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan fashion. Sebelumnya, sikap customer untuk berbelanja masih terhalang kebutuhan utama seperti untuk pemenuhan makanan yang naik, hingga kebutuhan sekolah. Masih ditambah lagi di triwulan ketiga lalu untuk kebutuhan lebaran.
"Sekarang sudah jelas, dana yang tersisa untuk apa. Customer pasti memanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kedua seperti update fashion," paparnya.
Ibu dua anak ini mengungkapkan, koleksi terbaru juga sudah digelontorkan oleh produsen. Di tingkat store, kini lebih mudah menawarkan produk karena muncul koleksi anyar, dengan model yang sebelumnya belum ada. "Banyak model baru, terutama November ini. Koleksi lebih fresh menyambut akhir tahun," bebernya.
Sementara itu, General Affair Plaza Araya, Adityo Nugroho mengungkapkan pihaknya menjadwalkan pameran fashion November ini. "Melihat minat belanja sudah membaik, pameran fashion pantas digelar. Kali ini insidental karena melihat respon pasar akan kebutuhab fashion," ungkapnya. (ley/han)