Kredit Kemaritiman Bank Mandiri Rp 16,8 Triliun

Vice President Corporate Communication Bank Mandiri, Ahmad Reza (kiri) dan Vice President Micro Banking Bank Mandiri, Sumedi ketika ditemui di RM Inggil, kemarin.

MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini tengah mengembangkan program yang berhubungan dengan kelautan dan perikanan. Sebanyak delapan perbankan pelopor sudah siap memberikan dukungan dalam hal pembiayaan hingga pemetaan risiko bisnis dalam program bernama Jangkau, Sinergi dan Guideline atau yang gampang disebut JARING.
Vice President Micro Banking Bank Mandiri, Sumedi mengatakan, program JARING bertujuan menjawab kebutuhan stakeholders akan informasi seperti database kelautan dan perikanan. Selain itu, skema pembiayaan, pemetaan risiko dan dukungan regulasi.
“Kami ingin turut serta dalam menyukseskan JARING. Program ini untuk memperluas akses keuangan bagi masyarakat seperti pelaku usaha mikro kecil dan menengah,” ujarnya, di Rumah Makan Inggil, Kamis (12/11/15) kemarin.
Menurutnya, pada tahap awal terdapat delapan bank pelopor bersama Mandiri, yakni BRI, BNI, BTPN, Bank Danamon, Bank Permata, Bank Bukopin dan BPD Sulselbar. Sementara itu, Vice President Corporate Communication Bank Mandiri, Ahmad Reza menyampaikan, jika dalam hal penyaluran kredit di sektor perikanan, hingga akhir triwulan tiga lalu sudah mencapai Rp 624 miliar.
“Sampai akhir September, pembiayaan Bank Mandiri di sektor Kemaritiman secara total mencapai Rp 16,8 triliun,” ujarnya.
Dia merinci, terkait program JARING yang kini menyasar wilayah Malang Selatan, pengenalan program ini akan berlangsung hari ini di Sendang Biru, Kabupaten Malang. Bersama OJK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, memilih Sendangbiru karena satu faktor, yakni memiliki potensi penghasilan ikan tuna terbaik. Baik secara kuantitas maupun kualitas.
“Besok (hari in), kami akan menyelenggarakan program JARING 2015. Program ini juga untuk mendorong pengembangan usaha di sana,” beber dia.
Menurutnya, JARING 2015 juga memberikan gambaran potensi bisnis kelautan dan perikanan, khususnya di Sendang Biru dan Malang Selatan. Selain itu, program ini untuk memperluas pula akses masyarakat terhadap produk dan layanan dari lembaga jasa keuangan melalui program Layanan Keunagan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (LAKU PANDAI).
Hingga saat ini, agen LAKU PANDAI Bank Mandiri di Indonesia yang masih berfokus di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan mencapai 1.153 agen. Untuk wilayah Malang Raya, tercatat masih tercatat 50-an agen. (ley/han)