Ajak Pelanggan Kembali ke Masa Lalu

MALANG – Bagi generasi 90an, tahun-tahun itu  merupakan masa kejayaan. Meskipun teknologi belum secanggih sekarang, namun 90’an kaya akan mainan dan jajanan yang tidak lekang dimakan waktu.
Seolah ingin membangkitkan memori lawas, Reinaldy Angga mencetuskan sebuah café dengan konsep 90an dan dinamai Mesin Waktu. Mulai dari desain interior hingga menu yang disajikan, Mesin Waktu berani menyajikan pengalaman yang berbeda.
Khuzan Ahmadi, staff kitchen dari Mesin Waktu menuturkan awalnya pemilik café hanya berjualan jajanan jadul secara online. “Menilai antusias pasar Kota Malang yang begitu besar, akhirnya pemilik memutuskan untuk membuka sebuah café di sini.” tuturnya.
Café yang terletak di Jalan Mayjend Panjaitan no. 64 A ini menawarkan beberapa makanan dan minuman dengan range harga mulai dari Rp 8 ribu – Rp 24 ribu. “Untuk menu yang paling favorit ada burger dan kiwi mojito, untuk menu spesialnya ada welcome snack gratis berupa mie lidi untuk setiap customer yang datang,” ungkapnya.
Dengan interior yang dipenuhi berbagai ornamen jadul seperti telepon umum dan mesin tik, Reynaldi berharap para pengunjung dapat bernostalgia ke masa lalu. “Awalnya target market kami hanya remaja-remaja 90’an namun tidak disangka ternyata ada juga Bapak-bapak yang sudah berkeluarga turut nostalgia di café ini,” ujar Reynaldi.
Melalui promosi, pemilik berharap Mesin Waktu dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat kota Malang. “Hitungannya kita masih sangat baru di sini, jadi selain promosi secara online, kami juga bekerjasama dengan Malang Foodies dan mengikuti beberapa event bakti sosial di Malang.” tuturnya.
Mengenai persaingan café di Kota Malang, Reynaldi mengaku siap bersaing secara sehat karena dirinya menilai Mesin Waktu berani menawarkan konsep yang berbeda. Selain menyediakan tempat yang nyaman serta full akses wifi, Mesin Waktu juga menyediakan beberapa permainan jadul seperti Gameboy dan Ular tangga.
“Untuk permainan kipas dan sontoloyo, konsumen bisa mengambil secara cuma-cuma.” ungkapnya.
Ditanya mengenai omzet, Reynaldi mengaku dalam satu hari dapat mencapai keuntungan sampai Rp 2,5 juta. Dirinya berharap untuk ke depannya Mesin Waktu dapat lebih berinovasi agar pengunjung semakin nyaman.
“Selain menambah beberapa ornamen jadul, kami akan menyediakan mesin Ding-dong secara gratis untuk pengunjung café.” tutupnya. (mg1/han)