Spesialis Desain Unik, Incar Entrepreneur Muda

Adityas Wahyu bersama tim Kochiro dalam waktu dekat akan membuka cabang di Madiun dan Jombang.

Kochiro
MALANG – Kesadaran masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri mulai tampak terlihat. Perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang kian meningkat, membuat para desainer interior dan booth kebanjiran pesanan.
Kochiro, salah satunya. Usaha yang dicetuskan oleh Adityas Wahyu ini awalnya hanya berkecimpung di desain interior. “Dulu kami hanya menerima pesanan untuk desain rumah dan apartemen. Namun seiring waktu, permintaan untuk membuat booth yang unik semakin naik, akhirnya berjalanlah sampai sekarang.” cetusnya.
Adityas mengaku, dalam beberapa kurun terakhir permintaan terbesar datang dari kalangan mahasiswa. “Sekarang mulai banyak wirausahawan muda, bahkan kami juga pernah mengirim booth sampai ke Medan.” ungkapnya.
Usaha yang berdiri sejak tahun 2012 ini mulai dikenal luas di Kota Malang. Adityas menuturkan 80 persen booth di foodcourt mall-mall terkemuka di kota Malang adalah hasil karya dari Kochiro. “Selain booth makanan dan minuman, kami juga ambil andil dalam merancang beberapa butik di Matos dan MOG.” tuturnya.
Untuk range harga, Kochiro memiliki beberapa varian booth yang dapat disesuaikan dengan budget konsumen. “Untuk booth ada yang dari alumunium, kayu dan besi. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.” jelasnya.
“Kalau yang paling murah bahannya alumunium, harga mulai dari Rp 2,8 juta tapi biasanya desain terbatas. Untuk bahan kayu, mulai dari Rp 3,3 juta, kelemahannya kalau kena panas biasanya tidak tahan lama. Sedangkan yang paling bagus adalah booth dari besi yang harganya dibandrol mulai Rp 4 juta.” lanjutnya.
Sedangkan untuk desain interior butik dan aksesoris, Kochiro mematok harga mulai Rp 9 juta. Harga tersebut sudah termasuk konsultasi dengan klien, desain sampai pengerjaan booth. “Biasanya tergantung ukuran, standardnya 2,4 x 2,4 m. Kalau yang di dalam gerai bisa sampai Rp 20 juta,” pungkasnya.
Dalam memenuhi target omzet, selain promosi melalui sosial media, Kochiro juga bekerjasama dengan perusahaan dan instansi terkemuka, seperti Bank BNI, FIF dan V-Gen. “Sampai saat ini omzet per bulan kami mencapai Rp 150 juta.” ungkap Adityas.
Untuk proses pengerjaannya, Kochiro mampu mengerjakan satu booth dalam 21 hari. “Kami selalu usahakan on time karena pesanan cukup membludak dan pekerja kami hanya 15 orang.”
Usaha interior yang terletak di Jalan Kalpataru no. 33 Kav. 2 ini tidak hanya menjanjikan sebuah desain booth yang unik namun juga branding kuat. “Mungkin di luar sana ada yang lebih terjangkau dari segi harga, namun dari segi desain dan konsep, saya jamin Kochiro adalah yang terbaik,” tegasnya.
Adityas berharap untuk ke depannya, Kochiro bisa melakukan eksoansi ke luar Malang demi memenuhi permintaan konsumen dari luar kota, Adityas mengaku dalam waktu dekat akan membuka cabang di Madiun dan Jombang. (mg1/han)