Bank Mandiri Targetkan 9.000 Agen Laku Pandai

Bank Mandiri terus menambah jumlah agen Laku Pandai supaya dapat memberikan pelayanan kepada nasabah di pelosok yang jauh dari kantor pelayanan bank.
 
MALANG – PT Bank Mandiri Tbk menargetkan 9.000 agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) hingga akhir 2015 ini. Target tersebut berarti kurang hampir 8.000 jika melihat jumlah agen dimiliki hingga akhir Oktober lalu.
“Sampai akhir Oktober, jumlah agen masih 1.153. Memang masih sedikit sebab program ini merupakan pilot project demi mendukung program bersama perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan,” ujar Vice President Corporate Communication Corporate Secretary Group Bank Mandiri, Ahmad Reza.
Menurut dia, jumlah agen sekarang yang terhitung kecil karena wilayah pelayanan Laku Pandai juga masih terbatas. Hanya Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, sesuai dengan izin OJK.  Dia menyampaikan, Bank Mandiri optimis mengejar target 9.000 agen hingga akhir tahun pasalnya potensi nasabah Laku Pandai cukup besar, dengan cara konversi konsumen e-cash Bank Mandiri. Selain konsumen e-cash, menurutnya, juga ditambah dengan nasabah Mikro Bank Mandiri, yang kini telah mencapai 2,7 juta nasabah.
“Mereka berpotensi kami konversi menjadi nasabah Laku Pandai. Keuntungannya, tidak perlu ke kantor untuk pembayaran hingga setor angsuran kredit,” beber dia di sela kedatangan ke Malang, pekan lalu.
Reza menuturkan, untuk saat ini terbatasnya jumlah nasabah Laku Pandai juga masih wajar, sebab perlu proses untuk menggapai target dengan fasilitas transaksi yang lancar. Dia mengakui, Bank Mandiri kini juga tengah memaksimalkan jaringan untuk pelayanan, dan perlahan melengkapi dengan perekrutan agen. “Jika infrastruktur baik, percepatan agen juga bisa segera direalisasikan,” tambahnya.
Tahun depan, percepatan penambahan menurut Reza, tidak hanya di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sebab OJK akan memberikan izin untuk pembukaan agen Laku Pandai di wilayah lain. “Setiap tahun kami menargetkan peningkatan. 2016 harus mencapai 25 ribu agen, sedangkan 2017 meningkat lagi menjadi 50 ribu agen,” tegas Reza.
Teknisnya sama dengan saat ini, pembukaan agen Laku Pandai dipilih lokasi yang potensi ekonominya bagus, namun jauh dari layanan bank. Infrastruktur yang ada juga memadai untuk dikembangkan layanan tersebut. Dalam merekrut agen Laku Pandai, kata dia, Bank Mandiri benar-benar akan memperhatikan aspek kehati-hatian karena mereka merupakan “wajah” dari bank tersebut.
“Jika kinerja agen Laku Pandai baik, maka persepsi orang terhadap Bank Mandiri otomatis baik, sedangkan jika jelek, maka persepsi masyarakat bisa jelek juga. Agen biasanya dipilih dari nasabah yang loyal, tidak tercela dan berkepribadian baik,” pungkasnya. (ley/han)