Harga sembako relatif naik


MALANG- Harga bahan kebutuhan pokok dan barang penting lainnya mengalami kenaikan harga. Seperti data yang dirilis oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) beberapa kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan sebesar 10  % sampai 15%.
Setyo Agung Widodo, BE., Kasi Distribusi dan Ekspor Impor Disperindag  Kota Malang menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok yang terlihat saat survey ke 5 pasar di Kota Malang, 16 November lalu mengalami kenaikan. Bahan pokok seperti cabai rawit, telur ayam boiler, dan daging ayam lah yang terlihat jelas kenaikannya.
“Cabe rawit semula Rp 15.400,- menjadi Rp 16.100 per kilo. Kemudian, telur ayam boiler semula Rp 17.400 menjadi Rp 18.200 per kilo dan Daging Ayam Potong semula Rp 28.200 menjadi Rp 28.700 per kilo,” tutur Setyo.Ditambahkan,  meski tidak signifikan, kenaikan harga beberapa bahan pokok cenderung merangkak naik. Hal ini dikatakan, memang lumrah terjadi pada bulan menjelang desember dan akhir tahun.
Berdasarkan pantauan Malang Post di Pasar Mergan, pedagang maupun pembeli masih belum memperhatikan betul mengenai kenaikan harga bahan poko jelang akhir tahun. “Kenaikan sembako berkaitan dengan persiapan warga menyambut tahun baru. Ya memang selalu naik bulan seperti ini. Tapi masih belum terlali melonjak naik. Seperti harga bumbu dapur dan daging ayam,” ungkap Dian Nur, salah satu pedagang kelontong di Pasar Mergan.
Wanita yang telah berdagang sembako selama 5 tahun ini mengungkapkan, harga sembako seperti bahan dapur memang, seperti bawang merah dan putih dinaikkan. Pasalnya, harga tersebut sudah berasal dari pengepul tempat dirinya membeli barang dagangan.
Ia melanjutkan, kenaikan harga bahan pokok ini ia perkirakan akan melonjak secara besar pada hari menjelang natal dan tahun baru. Menurut pengalaman tahun lalu, harga daging lah yang akan melonjak tingg. Saat ini, tambahnya, harga daging ayam masih berkisar antara 28 ribu sampai 30 ribu.
Sementara itu, Siti Yunanik salah satu pelanggan pasar Mergan mengatakan, perihal kenaikan harga masih belum terasa secara nyata. Pasalnya, bahan sembako utama beberapa hari terakhir masih stagnan dan hanya naik berapa ratus atau ribu rupiah saja.
“Tapi harga telur dan daging sudah mulai terlihat naik ya. Ini tadi saya beli telor agak kaget udah naik seribu,” ungkap warga Sukun ini.
Ia menambahkan, kenaikan juga dirasakan pada harga beras. Sekarang harga beras kisarannya Rp 10 ribu  sampai Rp 13 ribu per kilogram.
Namun, Siti mengatakan kenaikan harga beberapa bahan pokok ini memang akan terjadi terlebih menjelang hari raya dan akhir tahun nanti. Ia berujar hal tersebut sudah merupakan hal yang biasa dan bukan merupakan barang baru. (Ica)