Sulap Koran Bekas Jadi Frame Hingga Toples

MALANG – Bermula dari banyaknya koran tidak terpakai yang menumpuk di rumahnya, perempuan berjilbab ini menuangkan kreativitasnya. Dari yang hanya mencoba-coba saja, kini hasil karyanya sudah banyak digandrungi masyarakat luas. Setiap hasil karyanya dibandrol dengan kisaran harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu.
“Awalnya saya merasa risih, karena banyak koran menumpuk di rumah. Daripada mubadzir karena sudah tidak dipakai, maka saya coba ubah menjadi bentuk yang lebih menarik lagi. Agar penampilannya menjadi tambah cantik saya beri pewarna,” tutur pemilik Ledoe Art, Ariati Rosana kepada Malang Post, (28/11/15).
Menurutnya, ia memperkenalkan hasil karyanya ini melalui media online dan berbagai pameran yang dilakukan dalam skala lokal maupun nasional. Untuk menjalin hubungan dengan para pelanggan, Ariati juga selalu berinteraksi melalui email.
Daur ulang koran tersebut, lanjut Ariati, disulap menjadi berbagai pernak pernik unik yang sangat inovatif. Beberapa hasil daur ulang yang ditawarkan di antaranya adalah frame, lampu hias, toples, tempat tisu, bros, tempelan untuk kulkas, tempat perhiasan, jam dinding hingga hiasan meja lain.
Produk yang paling banyak digemari adalah toples dan tempat tisu. Sementara produk yang paling mahal adalah satu set toples yang berisi satu keranjang dan tiga buah toples. Satu set tempat toples ini dijual dengan harga Rp 200 ribu.
Menurutnya, meski baru satu tahun menggeluti bisnis ini, antusias masyarakat sangat bagus. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemesanan yang didapatkannya. Selain itu, dalam beberapa kesempatan pameran yang pernah dilakukannya ia mendapat banyak tanggapan positif dari para pengunjung. (mg2/han)