Hindari Jebakan Investasi Bodong

MALANG - Untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar, dan menghindarkan masyarakat dari jebakan investasi bodong; Sabtu-Minggu (28-29/11), Otoritas Jasa Keuangan Malang (OJK) memberikan sosialisasi ke pelajar SMA/SMK Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Event itu bertemakan Pekan OJK Malang 2015,  Sosialisasi ke-OJK-an dan industri jasa keuangan. Sebanyak 40 sekolah undangan yang diwakili oleh para siswa serta guru pendamping hadir di sana.
Kepala OJK Malang Indra Krisna, menuturkan, literasi keuangan di berbagai perlu terus ditingkatkan karena cakupannya saat ini masih rendah, di kisaran 21%. “Karena itu, secara berkala OJK terus memberikan sosialisasi tentang literasi keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat,” ujarnya disela-sela Pekan OJK di Auditorium Institut Teknologi Nasional Malang, Minggu (29/11).
Dia menjelaskan, tugas utama OJK adalah  mengatur, mengawasi industri jasa keuangan, dan melindungi konsumen. Terkait tugasnya melindungi, maka OJK secara terus menerus berupaya meningkatkan angka melek keuangan.
Acara terbagi menjadi dua sesi di dua hari yang berbeda. Event hari pertama, Sabtu (28/11) peserta diberikan materi ke-OJK-an secara mendasar; dari Fungsi OJK, hingga materi mengenai saham.
Hari kedua, Minggu (29/11), peserta mengikuti berbagai kompetisi menarik, mulai lomba fotografi, poster, dan lomba cerdas cermat “Top of the Top”. Semua lomba terutama cerdas cermat mengambil tema mengenai hal yang menjadi ranah OJK. Para pemateri pada hari pertama merupakan mereka yang bergelut di industri Jasa Keuangan, yakni perusahaan dibidang perbankan serta non-bank.
“Kami berharap setelah mengikuti wejangan dari mereka (pemateri), pemahaman pelajar akan menjadi lebih gamblang, lebih baik dari sebelumnya ,” ujar Indra Krisna.
Pelajar tak lantas duduk mendengarkan dan pulang. Mereka langsung mempraktikkan pengetahuan mereka terkait OJK dan industri jasa keuangan. Terdapat booth-booth pelatihan dan permainan dari yang disediakan oleh OJK, serta instansi Perbankan (Bank Jatim), Asuransi (PT Jasindo) Pasar modal (PT Reliance), pegadaian, dan Multi finance (PT ABC Finance).
petugas dari Instansi serta Perusahaan Nasional tersebut juga tanggap menjelaskan secara detail mengenai fungsi serta produk jasa mereka. Masih menurut Indra Krisna, meskipun literasi keuangan secara nasional sampai saat ini masih sekitar 21 persen, namun untuk transaksi perbankan nasional ternyata sebesar 80 persen dari total penduduk Indonesia.
“Malah khusus wilayah Malang angkanya lebih tinggi, yakni di kisaran 90 persen dari total penduduk,” tambahnya.
Sosialisasi tentang literasi keuangan dengan menyasar pelajar dinilainya sangat-sangat strategis. “Karena merekalah pelaku usaha dan pemimpin  masa depan pengguna produk-produk industri jasa keuangan,” jelasnya lagi.
Sementara itu Sukamto, Kepala Kantor OJK Regional 3, mengatakan, pengelolaan keuangan dengan bijak memang seharusnya dimulai sejak muda. Karena itulah kegiatan sosialisasi kepada pelajar SMA sangat penting.
Menurutnya, dengan melihat dan memahami produk-produk keuangan, maka setelah dewasa mereka dapat memanfaatkan dengan baik sesuai dengan ketersediaan dana tujuan pemanfaatannya.
“Di samping itu, dengan pemahaman pelajar tentang keuangan, maka diharapkan pelajar dapat menjadi agen untuk menyebarluaskan pemanfaatan uang dan menginvestasikannya dengan baik,” tutur Sukamto.
Perluasan dan peningkatan angka literasi keuangan, lanjutnya. Bisa dilakukan dengan kegiatan sinergi antara OJK dan industri keuangan, disamping dilakukan oleh masing-masing institusi. “Kegiatan Pekan OJK tersebut merupakan salah satu wujudnya,” pungkasnya. (san/sir/feb)