Manjakan Pelanggan, Tawarkan Kredit Tas

MALANG – Strategi yang diterapkan oleh pebisnis untuk mendapat pelanggan setia selalu berbeda. Untuk menjemput bola, tidak jarang para pebisnis ini memberlakukan sistem kredit. Cara ini juga yang diterapkan oleh perempuan berdarah Malang pemilik Chotix Colection, Siti Chotijah. Meski sistem kredit bukan satu-satunya strategi yang ia terapkan, namun dapat mensupport omzet per bulan hingga mencapai angka Rp 30 juta.
“Pelanggan saya berasal dari berbagai kalangan, sehingga tidak sedikit yang memborong tas dengan sistem kredit. Mereka bisa terlebih dahulu memberi uang DP, setelah lunas tas baru bisa dibawa pulang. Tidak ada ketentuan mengenai berapa persen DP yang harus diberikan, namun batas waktu yang ditetapkan maksimal satu bulan,” tutur Siti Chotijah kepada Malang Post, (30/11/15)
Store yang ia buka dikawasan Jl. Sunandar Prio Sudarmo ini baru berusia dua bulan, sebelumnya ia memiliki beberapa store di Surabaya. Menurutnya atmosfir di Malang dan di Surabaya memiliki perbedaan, hal ini dapat diketahui melalui perbedaan omzet yang cukup jauh. Di Suranbaya, omzet yang didapatkan setiap harinya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Sementara di Malang omzet yang di dapat berkisar Rp 1 jutaan.
“Store ini masih dua bulan saya buka, jadi istilahnya sekarang ini saya kembali merintis. Saya harus terus belajar untuk lebih mengetahui bagaimana karakter pasar di Malang. Meski saya lahir di Malang, tapi bisnis saya lebih lama jalan di Surabaya. Jadi, yang paling penting saat ini adalah memperkenalkan produk yang saya miliki untuk kemudian mendapat banyak kepercayaan dari pelanggan,“ jelasnya.
Menurutnya, strategi lain yang diterapkan untuk menggaet pelanggan adalah promosi melalui jejaring sosial. Tidak jarang juga ia terlebih dahulu menawarkan stok baru di media sosial, dan hasilnya stok bisa habis sebelum masuk ke outlet. Koleksi yang ia miliki merupakan produk impor dan lokal, dan sejauh ini barang yang paling banyak diburu adalah koleksi impor.
Setiap koleksi ditawarkan dengan harga yang bervariasi, tergantung merek dan model tas. Untuk koleksi impor dibandrol dengan kisaran harga Rp 150 ribu hingga Rp 550 ribu, sementara koleksi lokal dijual mulai dari harga Rp 50 ribu hingga Rp 175 ribu. Selain menjual berbagai koleksi tas, ia juga menawarkan berbagai item fashion lain seperti dompet. Dompet pesta ditawarkan mulai dari harga Rp 25 ribu untuk brand lokal, sementara brand impor dibandrol hingga harga tertinggi Rp 200 ribu.
“Koleksi impor di dapat dari Cina dan Belanda, sementara koleksi lokal di dapat dari Bandung, Jakarta, dan Tanggulangin (Sidoarjo). Selain itu, ada juga koleksi yang berasal dari Batam. Produk dari Batam ini kebanyakan juga berasal dari Cina, jadi koleksi Batam ini bisa dikategorikan sebagai produk impor,“ beber ibu empat anak ini. (mg2/han)