Inflasi Kota Malang 0.16 Persen

MALANG – Medio November 2015 ini, Kota Malang mencatatkan inflasi sebesar 0,16 persen. Laju inflasi ini meningkat ketimbang Oktober yang tercatat sebagai inflasi terendah sepanjang 2015 sebesar 0,03 persen.
Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Erni Fatma Setyo Harini mengatakan, catatan inflasi tersebut dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 122.03 persen. Laju di Kota Malang ini, sama dengan enam kota lain di Jatim yang juga mengalami inflasi.
“Inflasi tertinggi untuk Jawa Timur dicatatkan oleh Sumenep sebesar 0,30 persen. Diikuti Jember sebesar 0,26 persen, Madiun mencatat 0,31 persen dan berikutnya Kota Malang. Sementara, yang mengalami deflasi adalah Surabaya sebesar 0,02 persen,” katanya.
Menurut dia, inflasi atau deflasi yang disebabkan kenaikan atau penurunan harga ini, terpengaruh pada enam kelompok pengeluaran. Yakni kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau, kelompok perumahan terdiri dari air, listrik, gas dan bahan bakar, kesehatan, pendidikan, rekreasi, olahraga dan terakhir transportasi, komunikasi serta jasa keuangan.
Sementara itu, 10 komoditas teratas yang tercatat mengalami kenaikan harga pada November paling utama pada jenis rokok filter. Diikuti daging ayam ras, cabai merah, pasir, rokok kretek, es, angkutan udara, tongkol pindang, pir dan kentang. “Kelangkaan pasir sudah mulai teratasi. Bulan lalu yang paling berpengaruh justru rokok kretek filter dan daging ayam ras,” imbuhnya.
Sebaliknya, 10 komoditas utama yang mengalami penurunan harga dan sedikit melahan laju inflasi yakni emas perhiasan, semen, pisang, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, beras, sawi hijau, gula pasir dan batu bata. Emas perhiasan tercatat mengalami penurunan drastis, bahkan bertahan hingga awal Desember ini. Di pasaran, harga emas lantak atau 99,99 persen tercatat dipatok Rp 470 ribu per gram.
“Kemungkinan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed membuat emas perhiasan mengalami penurunan,” tambah Erni.
Dia menyampaikan, laju inflasi tahun kalender (Year on Year) sebesar 2,41 persen. Besarnya laju inflasi Yoy ini untuk November 2015 terhadap November 2014 sebesar 5,19 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2013 dan 2014 masing-masing 0,23 persend an 1,51 persen. Tingkat kumulatif pada periode yang sama, 7,34 persen di 2013 dan 5,28 persen di 2014. (ley/han)