Harga Emas Rendah, Saatnya Investasi

MALANG – Harga emas perhiasan masih terpantau rendah di awal Desember ini, seiring dengan turunnya harga emas dunia sejak November lalu. Hal ini menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, pasalnya emas perhiasan 99 persen pun dipatok rendah, hanya Rp 473 ribu per gram.
Pedagang Emas Toko Utama di Pasar Besar Malang, H. Hasan menuturkan, dalam sebulan terakhir, emas perhiasan lebih rendah ketimbang biasanya. “Harga rendah ini bertahan lebih lama dari pada biasanya. Bahkan sudah memasuki Desember,” tuturnya.
Menurut dia, emas perhiasasan 99 persen atau emas lantak, biasanya berada di kisaran Rp 490 ribu per gram. Dengan harga yang ada saat ini, terdapat selisih sekitar Rp 20 ribu per gram. “Sepanjang tahun ini, harga emas bertahan rendah paling lama terjadi November lalu,” beber dia kepada Malang Post.
Dalam pantauan Malang Post, kemarin, emas 88 persen dibandrol Rp 430 ribu per gram. Padahal, normalnya emas dengan kadar tersebut untuk tahun ini berada di kisaran Rp 450 ribu per gram. Sementara, harga emas 75 persen dibandrol Rp 385 ribu per gram dan emas 70 persen sebesar Rp 360 ribu per gram.
“Harga emas memang naik turun. Tetapi, untuk emas 75 persen, biasanya di kisaran Rp 405 ribu per gram dan emas 70 persen di kisaran Rp 380 ribu per gram,” jelas dia.
Menurutnya, rendahnya harga emas ini merupakan kesempatan untuk berinvestasi. Terbukti pula, sesuai dengan pengakuannya, minat customer juga tinggi. Penjualan meningkat medio November lalu. “Ada peningkatan penjualan, sekitar 30 persen. Banyak yang berburu emas jelang akhir tahun ini,” urainya.
Jika dihitung secara kuantitas, maka penjualan bisa melebihi 100 pieces per hari. Padahal antara September–Oktober, penjualan masih di kisaran 70 pieces per hari. “Harga rendah disadari oleh customer. Yang berburu banyak dari kalangan ibu rumah tangga dan memang saat tepat investasi,” tegasnya.
Hasan mengakui, tingginya minat customer akan investasi dengan perhiasan ini, setelah melihat kondisi keuangan. Pasca membutuhkan banyak dana untuk lebaran  dan pendidikan, di triwulan terakhir ini tingkat kebutuhan sudah berkurang. “Mereka sudah bisa membagi keuangan termasuk untuk investasi. Ketika emas rendah, maka keuntungan saat nanti harga melonjak,” tambah dia.
Terpisah, Store Manager Goldmart Malang, Endriyani Setianingsih Pratiwi mengatakan, bulan lalu capaian penjualan outlet tersebut melebihi Rp 200 juta. “Masih terhitung bagus untuk penjualan perhiasan, terutama jenis emas 24 karat. Customer mulai berburu emas beberapa pekan terakhir,” paparnya.
Sementara itu, dikutip dari situs PT Aneka Tambang (Antam), harga emas kepingan 1 gram, dipatok Rp 547 per gram. Terjadi kenaikan tipis, Rp 1.000. Sementara, untuk buy back dipatok Rp 473 ribu per gram. (ley/han)