BI dan OJK Perkuat SID

MALANG - Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen memperkuat koordinasi serta kerjasama pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Debitur (SID).  Tujuannya untuk mewujudkan SID yang Lengkap, Akurat, Kini  dan Utuh (LAKU). SID yang LAKU dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan fungsi, tugas, dan wewenang BI  dan OJK.
Komitmen untuk meningkatkan koordinasi pengembangan dan pengelolaan SID antara kedua lembaga tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB)  antara Gubernur  BI Agus D.W. Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad pada 3 Desember 2015 lalu, di Jakarta. Penandatanganan SKB itu didasari amanat UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK.
Pengelolaan, pengaturan dan pengembangan SID oleh OJK memerlukan waktu, khususnya untuk membangun sistem aplikasi. Sehingga terdapat masa transisi mulai dari  31 Desember 2013 sampai  implementasi SID atau Sistem Layanan Industri Keuangan  di OJK  paling lambat pada  31 Desember 2017.
Selama masa transisi, BI tetap melaksanakan pengelolaan SID. Yang meliputi, pertama, penyempurnaan dan penerbitan ketentuan;  kedua, persetujuan sebagai pelapor dalam SID.   Ketiga, pengawasan pelapor dan pengendalian kualitas data,  keempat sebagai  pengenaan sanksi. Selain itu sebagai penyediaan informasi, penanganan keluhan debitur, layanan bantuan (helpdesk) kepada pelapor dalam SID di BI dan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan serta administrasi dan manajemen user bagi pelapor dalam SID di BI  dan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan.  Dan juga  pemeliharaan  pelaksanaan kerjasama dengan pihak eksternal baik domestik maupun internasional.
"Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan akan bersama-sama melakukan penyempurnaan ketentuan terkait SID dan pengembangan SID. Otoritas Jasa Keuangan akan memperoleh hak akses ke dalam aplikasi dan raw data di SID," ujar Kepala Bagian Pengawasan Perbankan OJK Malang Yan Jimmy Hendrik Simarmata.
Setelah implementasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, BI  tetap akan mempunyai akses penuh, berkesinambungan, dan seamless terhadap aplikasi dan data atau informasi SLIK.
Menurtnya, saat ini OJK tengah melakukan pembangunan SLIK yang akan menggantikan SID. Tujuannya, secara optimal mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks serta mendukung pelaksanaan tugas baik tugas OJK maupun tugas BI serta tugas lembaga terkait lainnya dengan optimal.
SLIK dibangun dengan mengakomodir kebutuhan industri, kebutuhan OJK, dan kebutuhan BI serta kebutuhan lembaga lain yang diamanatkan undang-undang. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas informasi, OJK akan memperluas cakupan data dengan memperluas coverage pelapor. Semula perbankan dan perusahaan pembiayaan yang menjadi sumber data, secara bertahap akan diperluas dengan mengikutsertakan lembaga keuangan lainnya. Proses pembangunan SLIK untuk informasi debitur akan selesai pada tahun 2017.​ (ley/van)