Permintaan Wisata Bromo Masih Tinggi

MALANG – Peningkatan aktivitas gempa tremor yang terjadi di Gunung Bromo, tidak langsung membuat bisnis wisata yang melayani perjalanan ke sana menutup aktivitas. Pasalnya, selain permintaan masih sangat tinggi jelang liburan akhir tahun, bagi wisatawan yang terlanjur memesan, masih bisa menikmati sunrise dari penanjakan.
Owner Verona Indonesia, Roni Arisdiono mengatakan, belum ada pengaruh untuk wisata ke Gunung Bromo. Sebab, kondisi masih aman kecuali permintaan ke area lautan pasir dan kawah Bromo. “Sejauh ini tidak terkendala. Kenaikan aktivitas gempa tremor juga masih baru dan imbauan sudah jelas, radius 2,5 kilometer dari kawah,” katanya.
Dia menyebutkan, tidak ada pengajuan cancel dari customer. Namun dia tidak menampik, ada yang bertanya akan kepastian perjalanan. “Customer menanyakan, apakah masih bisa untuk tetap berlibur ke Bromo,” tegas dia.
Menurut Roni, pihak wisata pun tinggal menjelaskan bahwa isi paket akan berkurang. Wisatawan masih bisa menikmati sunrise di penanjakan dan Bukit Kingkong. “Kami coba tawarkan dengan paket terbatas, dengan harga yang secara otomatis lebih rendah. Jika setuju, ya tetap lanjut,” papar dia panjang lebar.
Dia mengakui, untuk pekan ini, terdapat permintaan wisata di akhir pekan dan beberapa pengajuan dari customer untuk perjalanan di Desember ini. Menurutnya, sejauh tidak ada perubahan larangan, bisnis perjalanan wisatanya masih tetap berjalan. “Kecuali bila ada imbauan terbaru. Kami pasti mengikuti regulasi. Seperti ketika jalur via Jemplang ditutup, kami melalui jalur Pasuruan,” tambahnya.
Sementara itu, untuk perjalanan wisata ke Gunung Bromo, berada pada peak season di Desember ini. Tepatnya sejak 18 Desember mendatang, Verona Indonesia melayani beberapa grup, sampai sepekan setelah tahun baru. “Karena saat ini masih tinggi permintaan, maka sayang jika harus tutup. Semoga tidak lebih dari 2,5 kilometer,” ujarnya.
Terpisah, Manager Yeshua Wisata, Adi Prasetyo menyebutkan, permintaan ke Gunung Bromo terhitung tinggi. “Setelah pertengahan bulan ini, ada beberapa perjalanan. Terutama pas liburan sekolah, di atas tanggal 22 Desember,” sebut dia kepada Malang Post.
Dia mengakui, sejauh ini pertumbuhan belum terjadi, dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, melihat perkembangan dan banyak yang berkonsultasi, pasti ada peningkatan. “Meskipun sedikit terkendala karena peningkatan aktivitas gempa di kawah Bromo, masih ada yang meminta perjalanan,” ujar Adi.
Dia meyakini, periode high season ini, tempat wisatanya minimal akan mengalami growth sekitar 20 persen. Dengan perhitungan permintaan sampai 1 Januari 2016. (ley/han)