Perlebar Market, Tawarkan Pohon Natal Putih

MALANG – Menurunnya daya beli masyarakat menuntut pelaku usaha pernak-pernik Natal untuk melakukan berbagai gebrakan baru. Jika di tahun 2014 tingkat pembelian mencapai angka yang bagus sejak tiga bulan menjelang Natal, maka berbeda dengan tahun ini. Penjualan menunjukkan tren penurunan.
“Tahun lalu permintaan berbagai item, terutama pohon Natal sudah sangat banyak sejak Oktober. Lebih dari 500 pohon Natal bisa kami distribusikan ke beberapa penjuru Malang Raya, untuk saat ini jumlah yang kami distribusikan sekitar 300 pohon Natal. Meski demikian kami optimis mampu mencapai target penjualan,” tutur pemilik Toko Pahala Jl. Pasar Besar, Rudi Hartono kepada Malang Post, (9/12/15).
Rudi menuturkan, menurunnya tingkat daya beli masyarakat karena perekonomian yang sedang mengalami kelesuan. Di sisi lain, cuaca yang mengalami perubahan juga turut menyumbang. Para pelanggan yang sebagian besar berprofesi sebagai petani mengalami sedikit hambatan dalam panen, sehingga pendapatannya pun berkuran.
Menanggapi hal tersebut, ia melakukan berbagai inovasi dan kemudahan baru bagi pelanggan. Di antaranya menyiapkan pohon Natal dengan warna berbeda dari biasanya, yang segmen pasarnya lebih menuju pada kalangan anak muda. Kemudahan lain yang diberikan adalah pembelian secara satuan untuk beberapa item pernak-pernik.
“Pohon Natal pada umumnya berwarna hijau. Dalam kesempatan ini kami juga menyediakan warna putih. Ini memang bukan hal baru, namun berdasarkan pengalaman kami sebelumnya permintaan pohon berwarna putih ini banyak menarik perhatian anak-anak muda. Jadi kami mencoba melakukan pelebaran segmen pasar. Pohon Natal ini dilengkapi dengan glitter berwarna ungu, pink, biru dan hijau toska,“ jelasnya.
Menurutnya, stok pernak-pernik Natal ini sudah disiapkan sejak Oktober. Peningkatan penjualan baru terlihat awal Desember dan beberapa stok bahkan sudah habis, Rudi pun berharap akan menunjukkan hasil yang sama dengan tahun sebelumnya hingga bulan Januari tahun depan.
Pernak-pernik yang ditawarkan kepada setiap pelanggannya memiliki harga standart. Berkisar antara Rp 2.000an hingga jutaan. Untuk pohon Natal ukuran paling kecil yaitu 2 feet (60 cm) dibandrol dengan harga Rp 50 ribu, sementara dengan ukuran paling besar yaitu 12 feet dijual dengan kisaran harga Rp 7 jutaan. Boneka Santa dapat dibeli dengan kisaran harga Rp 1.500 hingga Rp 50 ribu.
 “Permintaan paling banyak adalah untuk pohon Natal ukuran sedang, yaitu 60 cm hingga 150 cm. Jika tahun lalu permintaan lebih pada warna emas, maka tahun ini permintaan lebih banyak untuk warna merah,“ pungkasnya. (mg2/han)