Harga Daging Sapi Segera Naik


MALANG – Harga daging sapi di Kota Malang akan kembali naik. Tidak main-main, kenaikan harga daging sapi ini mencapai Rp 10 ribu per kilogram. Hal ini dikatakan oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia Seksi Jagal (HPMISJ) Kota Malang Abu Hasan.
 “Iya akan ada kenaikan. Tapi untuk berapanya masih dirapatkan dengan anggota HPMISJ,’’ katanya kepada Malang Post kemarin. Ditambahkan,  ada beberapa usulan dari pedagang untuk kenaikan harga. Tapi paling tinggi usulannya adalah Rp 10 ribu. Semua usulan kenaikan ini dijelaskan oleh Hasan akan disampaikan saat rapat yang digelar hari  Kamis (10/12)  ini.
Hasan menjelaskan, jika rencana kenaikan  harga ini tak lain disebabkan dengan meruginya para penjagal. Menurutnya, harga sapi utuh sangat mahal dan sudah lama naik. Tapi kenaikan itu tidak diikuti dengan harga daging sapi di pasaran. Bahkan sejak tiga bulan lalu, harga daging sapi di Kota Malang cenderung stagnan.
Dia juga menguraikan, harga sapi utuh mulai menggeliat sejak beberapa bulan lalu atau sebelum hari raya Idul Adha. Naiknya harga sapi utuk ini karena stok sapi lokal lokal sangat terbatas. Oleh karenanya, selain ada rencana kenaikkan, dia juga berharap ada kebijakan dari Pemprov Jatim untuk pasokan daging sapi.
" Kalau memang kondisi di lapangan seperti ini. Alangkah baiknya kalau kran impor sapi itu di buka. Sehingga harga daging sapi pun tak membebani konsumen, dan para jaga juga tidak terus merugi,’’ tambahnya.
Sementara itu para pedagang daging sapi di Pasar Besar Kota Malang mengaku sudah tahu rencana kenaikan harga daging sapi. Tapi begitu, mereka sangat kaget  karena kenaikan harga daging per kilogram mencapai Rp 10 ribu.
Rosianti, salah satu pedagang daging sapi mengatakan beberapa hari sebelumnya mendengar usulan kenaikan. Tapi yang terdengar kenaikan harga daging sapi tersebut kisaran Rp 3000-Rp 5000 per kilogram. “Iya, sudah dengar dari para kpedagang daging sapi lainnya. Tapi kok kenaikannya Rp 10 ribu, padahal pedagang disini usul kenaikan Rp 3000-5000 saja,’’ tambahnya
Tentu saja, dengan hara tersebut, Rosianti mengaku tidak setuju. Karena dengan harga yang melambung tinggi, akan mempengaruhi permintaan dari konsumen. Menurutnya, sejak beberapa bulan terakhir pembelian daging sapi sudah menurun. Dan permintaan itu akan semakin menurun jika harga daging naik lagi dan kenaikkannya sangat tinggi.
Warga Gadang ini menyebutkan, dia mengambil daging dari jagal Rp 95 ribu perkilogramnya. Kemudian dia menjual Rp  110 ribu untuk kualitas A, Rp 105 ribu untuk kualitas B. “Kalau dari jagal Rp 105, terus kami bisa jual berapa,’’ katanya.Tapi begitu, Rosianti juga enggan mengeluh. Jika memang ada kenaikan, dirinya memilih ikut saja.
Senada Simah, pedagang daging sapi mengaku sudah tahu terkait rencana kenaikan daging sapi tersebut. Hanya saja, pastinya berapa kenaikannya, dia mengatakan masih belum, karena menunggu di rapatkan. “ Kalau ada kenaikan, ya harga ke pelanggan disesuaikan dengan besaran kenaikkan,’’ katanya.
Simah mengatakan jika dia menjual daging sapi kualitas A Rp 110.000 per kilogram. Sementara daging kualitas B dijual Rp 96.000 perkilogram. Dia juga berharap, kenaikkan harga daging sapi ini tidak berbeda antara pedang satu dan yang lainnya. Tujuannya jelas, agar tidak ada  perbedaan harga.(ira/nug)