Stok LPG dari Pertamina Dipastikan Aman

MALANG - Himpunan Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Malang memastikan stok LPG tabung tiga kilogram dari Pertamina aman sampai akhir tahun. Untuk mengamankan kebutuhan masyarakat yang meningkat, Hiswana Migas mengajukan penambahan 10-15 persen kuota LPG bersubsidi kepada Pertamina.
“Sebenarnya dengan kuota saat ini, peredaran LPG di Malang Raya sudah aman. Namun, kami lebih pada langkah antisipasi,” ujar Ketua DPC Hiswana Migas, Yusuf Herwana.
Dia berharap masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan bahan bakar tersebut. Pasalnya, stok dari Pertamina pun dipastikan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, sejak November lalu, memang tercatat konsumsi LPG 3 kilogram meningkat. Alhasil, kuota tambahan diajukan untuk persiapan akhir tahun dan menyambut 2016. Dia mengatakan, banyak faktor yang membuat angka konsumsi akhir tahun diprediksi semakin meningkat. Selain pertumbuhan masyarakat, juga disebabkan penggunaan masyarakat lebih tinggi, misal untuk UKM atau bisnis rumahan, yang meningkatkan kapasitas produksinya.
"Contoh penjual makanan keliling seperti bakso, pasti meningkatkan kuantitas jualannya. Sebab, di atas tanggal 15 Desember nanti sudah mulai liburan pula," beber dia.
Yusuf menyampaikan, untuk saat ini, pengajuan sebesar 10-15 persen itu, setara dengan 12 ribu sampai 18 ribu tabung. Perhitungannya rata-rata konsumsi LPG tabung melon tersebut, mencapai 120 ribu tabung per hari untuk kawasan Malang Raya. "Entah realisasinya berapa, kami meminta jumlah itu. Agar tidak terjadi kelangkaan jelang akhir tahun," tambahnya.
Yusuf menyampaikan, sejatinya untuk saat ini juga tersedia LPG 12 kilogram non subsidi. Namun tingkat konsumsinya, diakui oleh Yusuf masih sangat kecil. Disandingkan dengan bright gas, konsumsi LPG 12 kilogram ini masih 5-7 persen dari angka konsumsi LPG bersubsidi.
"Yang menggunakan tabung 12 kilogram ini hanya bisnis dan rumah mewah. Begitu pula bright gas yang masih minim angka konsumsinya," ujar dia.
Dia pun menyarankan untuk memanfaatkan bright gas yang belum lama ini diluncurkan sebagai alternatif  bahan bakar gas. Sementara itu, ditegaskan olehnya, pengajuan di tahun ini juga sebagai acuan kuota untuk tahun depan. “Sembari melihat tingkat konsumsi di akhir tahun ini,” pungkas dia.
Ketua Tim Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian LPG tabung 3 Kilogram Kota Malang, Dra. Rinawati, MM menambahkan, hasil koordinasi dengan Pertamina Depo Malang, stok LPG tabung tiga kilogram aman sampai akhir tahun. Diakuinya ada pengajuan penambahan kuota LPG bersubsidi dari Hiswana Migas.
Untuk memastikan hal itu, timnya melakukan pengawasan dilapangan. Pihaknya melakukan pengawasan terhadap standar mutu LPG, kelangsungan penyediaan LPG, harga jual harus sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerimtah, menjamin peningkatan pelayanan kepada pelanggan, serta pengguna LPG.
“LPG tabung tiga kilogram mendapatkan subsidi dari pemerintah, maka harus tepat sasaran sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Setda Kota Malang itu. (ley/aim)