Jadi Boutique Hotel, Bidik Turis Asing

MALANG – Hotel Graha Cakra berubah konsep dengan nama baru The Shalimar Boutique Hotel. Berbeda dengan kebanyakan hotel yang gencar dengan konsep hotel budgetnya, hotel yang menempati bangunan karya arsitektur Ir. Muller pada tahun 1933 lalu, menawarkan hotel butik dengan kelas premium bintang lima.
Jumlah kamar yang dulunya mencapai 70 kamar saat masih Graha Cakra, saat ini hanya menyisakan 44 kamar dengan konsep yang sama bergaya colonial. Dengan konsep baru, The Shalimar Boutique Hotel membidik pasar wisatawan mancanegara dan juga ekspatriat.
“Meski kami baru soft opening hari ini (kemarin, red), tapi market The Shalimar Boutique Hotel sudah cukup bagus di pasar lokal. Meski kami tetap membidik pasar para turis mancanegara yang datang ke Malang,” kata Direktur The Shalimar Boutique Hotel, Lily Jessica Tjokrosetio, usai soft opening, kemarin.
Pemilihan nama The Shalimar Boutique Hotel menurutnya sudah melalui proses panjang, setelah melakukan renovasi hotel sejak pertengahan tahun 2014 lalu. Dari survey pasar, banyak market di Surabaya yang menginginkan di Kota Malang ada tambahan hotel kelas premium bintang lima yang menawarkan konsep berbeda dengan hotel yang sudah ada sebelumnya.
“Kita harus punya diferensiasi produk yang berbeda dengan lainnya. Karena itu, hotel butik menjadi pilihan kita,” ungkapnya.
Dengan konsep baru, The Shalimar menambah fasilitas baru dengan Taman Aroem Spa, Soga boutique, library, Zestien Terrace and Lounge, bisnis center, swimming pool dan fasilitas anyar lainnya.
Pihaknya menargetkan okupansi rata-rata di angka 70 persen. Sebelumnya, okupansi hotel rata-rata 60 persen dengan perbandingan 60 persen tamu wisatawan mancanegara dan 40 persen wisatawan lokal.
“Pasar lokal tetap kami bidik. Kami juga memperkuat jaringan yang sudah terbangun selama ini,” terangnya.
Dalam soft opening ini, The Shalimar menawarkan harga promosi untuk kamar mulai dari Rp 1.120.000 untuk deluxe sampai Rp 8.400.000 untuk president suite. (aim)