Sambut MEA, Keramik Dinoyo Dituntut Kreatif

MALANG - Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang sudah di depan mata, membuat pelaku usaha UKM, termasuk perajin keramik Dinoyo mesti bersiap lebih baik. Terlepas dari pelemahan ekonomi yang membuat penjualan menurun di tahun ini, strategi tertentu mesti dipersiapkan demi meningkatkan mutu dan mampu bersaing dengan gelontoran produk asing yang akan lebih bebas masuk ke tanah air di tahun depan.
Ketua Paguyuban Perajin Keramik Dinoyo, H.A Syamsul Arifin mengatakan, perajin keramik Dinoyo harus memiliki bekal lebih baik untuk menghasilkan produk berkualitas dan bersaing. "MEA sudah di depan mata. Jika ingin produk tetap laku, maka kami harus mendapatkan ilmu atau teknik baru agar bisa lebih bersaing," katanya.
Menurut dia, Kampung Keramik Dinoyo, selama ini sudah cukup dikenal dan menjadi salah satu ikon pusat cindera mata di Malang. Wisatawan seringkali mendapat masukan dari travel atau pengusaha wisata, ketika mereka membutuhkan barang sebagai hadiah.
"Keramik Dinoyo ini, sudah sangat dikenal. Kini tinggal upgrade agar produksi lebih modern dan bisa memiliki teknik penjualan yang lebih bagus," beber dia.
Menurutnya, beberapa tahun terakhir, Keramik Dinoyo tidak hanya menjadi tempat berburu oleh-oleh. Sebab, ketika ada tamu atau wisatawan, juga bisa belajar membuat keramik. "Ada rombongan, termasuk lokal. Seperti dari Sekolah Dasar yang bisa kunjungan sekaligus membuat praktik membuat keramik," urai dia panjang lebar.
Menurutnya, jika kemasan lebih bagus, dia meyakini akan menghasilkan penghasilan lebih bagus lagi. Semisal menjadi jujukan untuk wisata edukasi. "Di Kota Malang ini belum ada tujuan wisata edukasi, selain museum. Makanya, kami akan coba menggandeng pemerintah," tambahnya.
Sementara itu, di tahun ini beberapa perajin juga telah diarahkan untuk menjalin kerja sama dengan pihak luar. Misalnya dengan bisnis perhotelan atau tempat wisata sebagai tempat pemasaran. Pasalnya, ketika menunggu di lokasi Sentra Keramik, dipastikan kurang maksimal. "Apalagi dengan posisi yang sering terkena macet. Ada yang datang, tetapi tidak sesuai target," tegasnya.
Pemilik Cenderamata Keramik ini mencontohkan, menggandeng bisnis hotel seperti usahanya. Dia memamerkan produksinya di hotel Horison Ultima Malang, jelang akhir tahun ketika tingkat kunjungan tinggi.
"Ada peluang, ya harus diambil. Kami coba kenalkan kepada pengunjung hotel tertentu. Beberapa hari ini terhitung efektif dan berpeluang menambah customer baru dari luar kota yang memesan dalam jumlah besar," tambahnya.
Sementara itu terkait sales, dia mengakui masih landai. Belum ada peningkatan berarti pasca dua kuartal terhitung sepi. "Masih belum bisa dikatakan meningkat untuk penjualan. Tetapi trend sudah lebih baik di akhir tahun ini," pungkas Syamsul. (ley/han)