Bayu Said Anugerah dan Passion Berbisnis

Kerasnya dunia kerja tidak jarang membuat seseorang memilih berbagai alternatif dalam menjalankan setiap passion yang diinginkan, tidak terkecuali Bayu Said Anugerah. Mahasiswa jurusan Teknik ini memilih membuka sebuah usaha sendiri, meski pada awalnya sempat diragukan oleh beberapa orang di sekitarnya. Pilihan tersebut tidak salah, sebab kini omzet yang didapatkannya mencapai angka Rp 60 juta per bulan.
Pria kelahiran Kalimantan ini sempat harus berfikir berulang kali ketika hendak menjalankan usaha di bidang pernak-pernik ulang tahun ini. Pandangan orangtuanya bahwa menjadi pengusaha memiliki risiko lebih besar dibanding pegawai, sedikit demi sedikit mulai ia tepis. Dengan modal awal sebesar Rp 60 juta yang notabene berasal dari orangtuanya, kini ia sudah bisa merasa sedikit lega.
Sebab usaha yang ia rintis sejak tiga bulan lalu ini terus mengalami peningkatan omzet yang bagus. Dalam waktu dekat, ia menargetkan membuka sebuah cabang baru. “Awalnya sempat diragukan, namun saya tetap dengan keyakinan saya. Sempat juga putus asa, namun tetap saya jalankan. Ternyata setelah hampir tiga minggu, omzet yang didapatkan terus meningkat setiap hari. Dari situ akhirnya banyak yang memberi dukungannya. Beberapa teman akhirnya mau bergabung dan membantu saya menjaga dan mengelola outlet ini,” tuturnya pada Malang Post, kemarin.
Usaha yang ia rintis ini berawal dari pengalaman pribadinya ketika hendak memberi hadiah ulang tahun untuk teman. Ketika itu ia harus membeli di lokasi yang jaraknya jauh dari kampus. Peluang ini tidak disia-siakannya, dan ia pun mulai melakukan berbagai perencanaan hingga akhirnya diwujudkan.
Pemberian hadiah yang sudah menjadi tren dalam budaya anak muda ini semakin memantapkan niatnya. Pilihan ini tidak salah, terbukti setiap hari lebih dari 100 pengunjung yang datang dan memborong setiap pernak-pernik yang ditawarkannya. Untuk mencapai setiap target, ia membuat berbagai strategi. Diantaranya adalah membagikan balon gratis di acara Car Free Day yang disertai dengan kartu nama, serta berbagai promosi melalui media online, terutama Instagram.
Diakuinya, usaha ini juga merupakan salah satu bentuk tanggungjawab yang harus ia pegang. Sebagai anak paling tua, ia bertanggungjawab atas kesejahteraan dan pendidikan adiknya kelak. Inilah sebabnya ia menggunakan nama HANS untuk usaha yang dibentuknya ini. HANS sendiri merupakan singkatan dari adik perempuannya, Haura Adzra Nisrina.
“Nama ini sebagai salah satu bentuk do’a, dan saya harap ini adalah rizki untuk adik saya,” tambahnya.
Selain untuk dirinya sendiri, usaha ini ternyata mendorong banyak temannya untuk menciptakan banyak peluang usaha. Selain telah memiliki dua orang pegawai, ia juga memiliki satu mitra usaha. Dua pegawai dan satu mitranya ini merupakan teman sejawatnya. Di sisi lain, ia juga menciptakan peluang kerja bagi teman-temannya. Ketika mendapat order banyak, produksipun dilakukan teman-temannya.
Menurutnya, setiap pernak-pernik yang dibutuhkan dalam acara ulangtahun ia sediakan. Kecuali untuk kertas dan kotak kado. Ke depannya ia menargetkan untuk melengkapi koleksi, mengingat banyak pelanggan yang menginginkannya.
Harga yang dibandrol berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 40 ribu. Koleksi yang paling banyak diburu pelanggan adalah balon foil huruf. Bentuknya yang lucu dan warna yang beranekaragam menjadikan koleksi ini tidak pernah sepi diburu pelanggan. (mg2/han)