OJK Terima 131 Aduan, Tuntaskan 80 Persen

DISKUSI: Kepala Kantor OJK Malang Indra Krisna dan Redaktur Pelaksana Malang Post Dewi Yuhana dalam diskusi santai kemarin siang.

MALANG - Sebanyak 131 aduan dari nasabah masuk ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang sepanjang 2015 ini. Dari jumlah tersebut, 80 persen kasus telah berhasil dituntaskan dan 20 persennya telah berlanjut ke ranah hukum.
Kepala Kantor OJK Malang, Indra Krisna mengatakan, pengaduan tersebut terbesar dari sektor perbankan. Ia mengungkapkan, 53 aduan datang dari industri tersebut, dengan pengaduan seperti pemberian kredit dan kartu kredit. "Selain dari perbankan, ada yang berasal dari Lembaga Keuangan Non Bank, pengaduan seperti asuransi, multifinance hingga dana pensiun serta investasi," papar Indra.
Menurut dia, permintaan informasi juga termasuk dalam pengaduan masyarakat. Sebanyak 45 kali, masyarakat melakukan konsultasi terkait layanan keuangan.
OJK hanya sebagai fasilitator atau memfasilitasi antara lembaga terkait dengan masyarakat, dengan nilai yang disengketakan di bawah Rp 500 juta. "Selain belum ditangani pihak lain, pengaduan yang bisa difasilitasi OJK nilainya tidak boleh melebihi angka Rp 500 juta. Pembatasan ini dengan penilaian, yang bersengketa dengan jumlah di atas Rp 500 juta telah mampu membayar pihak ketiga untuk penyelesaian masalah,” urai dia panjang lebar.
Indra menuturkan, dalam praktiknya, ada juga pengaduan masyarakat yang tidak bisa diproses oleh OJK karena sudah diproses oleh lembaga lain. Pasalnya, fungsi fasilitator bisa dilakukan sepanjang pengaduan tersebut belum diproses oleh pihak lain.
Indra mengakui, sepanjang 2015, OJK juga membuka banyak jalur informasi dan literasi terkait kegiatan lembaga keuangan baik melalui sosialisasi ke masyarakat serta membuka hotline number untuk konsultasi produk keuangan. Dikatakannya, sosialisasi menjadi agenda utama OJK, pasalnya sampai saat ini pemahaman literasi mengenai keuangan di Indonesia masih sangat kecil, hanya 21 persen.
"Jauh dibandingkan Malaysia, Filipina, Thailand maupun Singapura. Bagi masyarakat, lembaga keuangan identik dengan perbankan saja," tambah Indra.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Indra juga menyampaikan mengenai program terbaru OJK yang terus dimaksimalkan di tahun depan. Misalnya program Laku Pandai dan Jaring, untuk mengenalkan masyarakat di pedesaan akan layanan perbankan. Selain itu, yang terbaru OJK bekerjasama dengan beberapa perbankan juga meluncurkan Tabungan Simpel (Simpanan Pelajar). Sehingga, pelajar yang belum memiliki KTP bisa memiliki rekening hanya dengan mendapatkan keterangan dari sekolah dan Kartu Pelajar. (ley/han)