Harga Komoditi Naik, Diprediksi Hingga Tahun Depan

MALANG – Kenaikan harga komoditi pasar yang terus naik sejak beberapa bulan terakhir diprediksi akan mengalami lonjakan hingga pertengahan Januari tahun depan. Sebut saja bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, tomat, jagung, kentang, selada, buncis dan wortel yang terus meroket beberapa hari menjelang Natal.
Pedagang pasar Tumpang, Alvin Unasin menuturkan, kenaikan serupa sudah menjadi sebuah budaya. Pasalnya, hampir di setiap perayaan, harga kebutuhan pokok tidak pernah stabil. Selain itu, cuaca yang mengalami perubahan juga menjadi pendorong kenaikan harga ini. Komoditi pasar mengalami penyusutan, namun permintaan masih tetap.
“Sebagian komoditi diimpor, bawang putih salah satunya. Produksi lokal saat ini anjlok, banyak lahan yang rusak,” bebernya pada Malang Post, kemarin.
Menurutnya, lonjakan yang paling tidak terduga terjadi pada selada. Dibanding dengan sebelumnya, sayur ini mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat. Jika pada awal pekan ini dibandrol Rp 12 ribu, maka sekarang sudah tembus Rp 26 ribu.  Selain itu, wortel dan kentang merangkak menjadi Rp 11 ribu dari yang awalnya Rp 9.000. Sementara penurunan terjadi pada komoditas buncis, dari Rp 14 ribu menjadi Rp 12 ribu.
Di sisi lain, harga bawang merah yang sebelumnya sempat stabil berada di angka Rp 28 ribu naik menjadi Rp 32 ribu. Begitu juga dengan bawang merah yang kini ditawarkan kepada pelanggan dengan harga Rp 23 ribu dari yang semula berkisar Rp 20 ribuan. “Cabai merah besar harga sebelumnya Rp 23 ribu, sekarang Rp 26 ribu,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Malang Post, kenaikan yang terjadi tersebut juga terjadi di beberapa titik Malang raya. Untuk komoditas cabai rawit saja misalnya, pasar tradisional Tumpang menunjukkan kenaikan harga dari Rp 25 ribu menjadi Rp 36 ribu. Sementara pasar tradisional Gadang sebagai pasar induk menawarkan harga Rp 28 ribu dari pekan lalu sebesar Rp 22 ribu. Sedangkan di pasar Blimbing, cabai dibandrol Rp 30 ribu dari Rp 28 ribu. (mg2/han)