Emas Sumbang Inflasi Malang

MALANG – Kenaikan harga emas dalam sebulan terakhir turut menyumbang angka inflasi di Malang. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik )BPS) Kota Malang, emas menjadi salah satu dari 10 komoditas penyumbang inflasi di Agustus 2013.
Kasi Statistik dan Distribusi BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyo Harini menjelaskan kenaikan harga emas yang cukup drastis terjadi sekitar pertengahan bulan Agustus. Salah satu penyebabnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Pelemahan harga emas dunia berdampak pada emas perhiasan yang menjadi komoditas yang masuk dalam survey inflasi. Emas yang merupakan komoditas dari kelompok sandang memberikan sumbangan terhadap inflasi sebesar 0,1212 persen.
“Secara total, sumbangan kelompok sandang terhadap inflasi adalah sebesar 0,1276 persen. Ketiga terbesar setelah kelompok bahan makanan dan makanan jadi. Sandang mengalami inflasi sebesar 2,56 persen,” rinci dia.
Berdasarkan data BPS Kota Malang, pada bulan Agustus, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,77 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 145,02 pada Juli menjadi 146,13 pada Agustus 2013. Dari catatan tersebut, maka inflasi Year On Year (YoY) adalah 9,35 persen, sedangkan laju inflasi kalender yaitu 7,54 persen.
Adapun komoditas selain emas yang menyumbangkan inflasi adalah tomat sayur, tarif listrik, sekolah dasar, bawang merah, angkutan udara, angkutan antar kota, beras, kelapa dan cabe merah.
Sedangkan 10 komoditas yang menyumbangkan deflasi adalah minyak goreng, bawang putih, telur ayam ras, selada/daun bawang, daging ayam ras, gula pasir, wortel, papaya, kangkung, dan kacang panjang.(fia)