Agustus, Pegadaiana Bukukan Omzet Rp 9,2 Miliar

Di tengah kenaikan harga emas, masyarakat justru mulai mengurangi aktivitas menggadaikan meas perhiasan. Hal ini terlihat dari menurunnya omzet PT Pegdaian Cabang Malang yang pada Agustus lalu tercapat Rp 9,2 miliar atau turun sekitar Rp 800 juta jika dibandingkan dengan Juli.
Siswuriyanto, Kepala Cabang Pegadaian Malang mengungkapkan bahwa pada bulan Agustus ini trend menggadaikan emas di kalangan masyarakat mengalami penurunan. “Meski harga emas naik, tidak berarti pula masyarakat berburu menggadaikan emas. Di Pegadaian, omzetnya menurun dibandingkan bulan Juli,” ungkapnya.
Pada bulan Juli lalu, omzet gadai Pegadaian Cabang Malang sebesar Rp 10 miliar. Menurut pria yang akrab dipanggil Sis ini, beberapa faktor turut mempengaruhi penurunan omzet gadai tersebut. Salah satunya, selama bulan Agustus terdapat beberapa hari dimana Pegadaian tidak beroperasi pada saat menjelang lebaran.
“Pada bulan Agustus ini kan tutup seminggu, jadi berpengaruh besar pula pada omzet gadai,” urainya.
Dia menambahkan, meskipun pada bulan Agustus harga emas melonjak, masyarakat tidak serta merta menggadaikan emas. Sebab, motivasi masyarakat dalam menggadaikan emas lebih cenderung pada sifat insidental, karena kebutuhan yang mendadak. Misalnya, menjelang lebaran masyarakat membutuhkan dana segar, bisa jadi malah berpengaruh pada tingginya gadai emas.
“Tetapi untuk saat ini pakemnya juga lumayan membingungkan. Tahun sebelumnya, pasca lebaran memang omzet gadai emas lebih besar, namun di tahun ini bulan Juli masyarakat cenderung membutuhkan dana segar. Contohnya, untuk keperluan masuk sekolah anak, jadi pada bulan Juli lebih besar omzet gadai kami,” papar Sis panjang lebar.
Kemudian Sis menerangkan, bahwa pada periode Agustus tahun ini bila ditambah dengan cabang, omzet gadai Pegadaian mencapai Rp 22 miliar. Masih menurut Sis, menurunnya angka tersebut dikarenakan pula kecenderungan masyarakat menunggu stabilnya harga emas.
“Meski sekarang naik drastis, dua hari kemudian bisa langsung turun, sehingga masih banyak kebingungan. Bisa jadi kemarin mendapat info harga gadai tinggi, pas mereka datang rendah,” pungkasnya. (ley/fia)