Konsultasilah Sebelum Berinvestasi

MALANG - Banyaknya investasi sektor jasa keuangan harus disikapi dengan selektif oleh investor. Bahkan, demi alasan keamanan, tidak ada salahnya investor berkonsultasi terlebih dahulu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Masyarakat sebagai konsumen, dan pelaku bisnis di sektor jasa keuangan harus memahami mengenai perlindungan yang diperoleh ketika melakukan investasi. Kalau ragu, ayo berkonsultasi,” ungkap Anto Prabowo, Direktur Direktorat Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK Indonesia.
Dia berujar, kewaspadaan harus dimiliki oleh masyarakat, khususnya dengan tawaran investasi bereturn tinggi dalam tempo yang singkat. Bila tidak waspada, bisa jadi konsumen tertipu investasi bodong. Lebih berbahaya lagi jika sang konsumen tidak paham mengenai perlindungan yang seharusnya diterima begitu sepakat melakukan investasi.
Anto menyampaikan mengenai keberadaan dan fungsi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK ini lahir dengan dilindungi UU 21/2011 tentang OJK. Hadirnya OJK ini mengambil peran Bank Indonesia selaku regulator dan pengawas perbankan serta Bapepam-LK yang memiliki tugas sebagai regulator dan pengawas industri pasar modal.
“Sejak UU OJK disahkan pada 22 Nopember 2011 sampai 31 Desember 2013, pengawasan perbankan masih dipegang BI. Namun mulai 1 Januari 2014 nanti, pengaturan dan pengawasan perbankan akan diambil alih OJK,” beber dia panjang lebar.
Dalam proses bisnis perusahaan pembiayaan, konsumen merupakan mitra dan aset dari perusahaan. Maka dari itu sudah sepantasnya, perlindungan terbaik diberikan dan diketahui oleh konsumen. (ley/fia)