Penyaluran Jatah Raskin Ke14 Segera Beres

MALANG – Bulan September ini, Bulog Sub Divisi Regional VII Malang harus bekerja ekstra keras. Pasalnya, bulan Juli dan Agustus lalu penyaluran beras miskin (raskin) sedikit terhambat dengan adanya Ramadan dan lebaran, sehingga memaksa penyebaran raskin harus dipercepat agar tidak semakin menumpuk di bulan ini.
“Penyaluran raskin memang terhambat dengan adanya bulan Ramadan. Masih ditambah lagi dengan libur lebaran, karena dari lima wilayah yang kami tangani, minimal satu wilayah penyaluran membutuhkan waktu 9 hari,” beber Nina Afrisanti, Kepala Perum Bulog Sub Divre VII Malang.
Perempuan berjilbab tersebut menuturkan, pada periode Juli-Agustus lalu juga terdapat raskin 13 dan 14 sehingga pekerjaan harus dua kali. Raskin ke 13 di bulan Juli merupakan kompensasi karena adanya kenaikan BBM, sebagai antisipasi pemerintah dengan meningkatnya beberapa kebutuhan pokok. Sementara raskin ke 14 merupakan tambahan untuk menyambut lebaran.
Nina menjelaskan, bahwa pada bulan Agustus lalu begitu Bulog kembali beroperasi pasca lebaran, langsung menuntaskan pagu raskin ke 13. Selanjutnya, sejak minggu terakhir di bulan Agustus, dilakukan penyaluran raskin ke 14.
“Habis liburan, double dalam pengiriman, sehingga untuk raskin bulan September ini kemungkinan baru mulai penyaluran di akhir bulan,” jelasnya kepada Malang Post.
Dia menuturkan, untuk penyaluran raskin ke 14 sebagai tambahan kepada masyarakat kurang mampu tersebut, kini prosentase pengiriman telah mencapai 90 persen. Perkiraan perempuan yang berdomisili di Lawang ini, semua penyaluran tuntas pada hari Senin (9/9).
“Saat ini tinggal Kabupaten Malang yang penyaluran raskin ke 14 belum selesai. Setelah itu, penyaluran raskin akan berlanjut untuk jatah bulan September mulai tanggal 12 nanti. Bisa dibilang Agustus-September kami harus memiliki kekuatan double power,” pungkasnya sambil tersenyum. (ley/fia)