Okupansi Mall Merangkak Naik

Tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan yang berada di Kota Malang berangsur-angsur normal kembali pasca mengalami penurunan setelah lebaran. Peningkatan kunjungan masyarakat ke mall mulai terlihat pada September.
Store Manager Sarinah, Lies Sukarningsih memaparkan, bahwa sesudah lebaran memang okupansi ke pusat perbelanjaan plat merah tersebut menurun hampir 50 persen. Bila pada saat menjelang lebaran rata-rata per hari angka kunjungan mencapai 3000 sampai 4000 customer, minggu ketiga bulan Agustus selepas aktivitas liburan berakhir menurun. "Kami tidak memungkiri tamunya anjlok, mencapai separuh dari average jelang dan saat lebaran," paparnya.
Dia melanjutkan, selama minggu terakhir Agustus berada pada kisaran 1000 pengunjung per hari, dan terus meningkat di bulan September. Salah satu usaha untuk meningkatkannya dengan adanya promo, serta ditunjang dengan keberadaan Sarinah Cineplex yang telah beroperasi.
"Adanya bioskop menjaga okupansi kami setelah lebaran. Biasanya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya di bawah 1000 per hari. Tetapi kini, sudah di atasnya," imbuh Lies.
Okupansi yang menurun juga diakui oleh Manager Operasional Malang Town Square (Matos), Suwanto. Kepada Malang Post dia menyampaikan, jelang dan dalam kurun waktu lebaran, kunjungan pada kisaran 40 ribu orang, bahkan mencapai 50 ribu orang per harinya. Namun, setelah aktivitas kantor dan sekolah mulai berjalan, okupansi di bawah itu.
"Saat weekend bisa mencapai 30 ribu per hari, namun untuk weekday di kisaran 20 ribu per hari," ujarnya.
Peningkatan mulai terasa di bulan September dengan adanya event atau pameran di atrium. Sejak awal bulan berlangsung pameran yang mengundang pengunjung untuk berdatangan di Matos, sehingga September ini sudah mulai normal tingkat okupansinya.
Dia juga menambahkan, bahwa Matos masih menjadi pusat perbelanjaan favorit dan terlengkap, sehingga masyarakat masih terus berbelanja, atau menghabiskan waktu nongkrong di beberapa titik. Sebut saja food court, time zone, bioskop, hypermart dan Matahari Department Store. Itu masih ditambah pameran fashion dan gadget hingga hari Minggu (8/9) kemarin.
Sementara itu, pusat perbelanjaan di sisi utara Kota Malang, yakni Plaza Araya, cenderung stabil okupansinya. Kalaupun menurun berada pada kisaran 30 persen. Pada saat jelang lebaran hingga H+7 lebaran lalu,dijelaskan oleh Staf Promosi dan Event Plaza Araya, Kusuma Priya Sasongko, angka kunjungan per hari berada pada kisaran 2000 orang. Selanjutnya, mulai menurun menjadi 1000an pengunjung per hari di minggu terakhir Agustus.
"Hitungannya masih stabil, karena per hari pada kisaran 1200 sampai 1500. Mungkin karena perubahan yang sudah mulai terjadi di Plaza Araya," jelasnya.
Inovasi atau upgrade tenant di Plaza Araya antara lain dengan mulai penuhnya stand atau counter kosong yg beberapa tahun belakangan kerap disaksikan pengunjung. Kini, perbedaan mulai terasa, bahkan di area teras sisi utara pun dimanfaatkan untuk pusat kuliner. Sehingga pengunjung tertarik untuk datang ke plaza yang satu kawasan dengan perumahan Araya tersebut. (ley/fia)