IHSG Menguat ke Level 4.200

MALANG POST  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 118 poin berkat aksi borong saham investor domestik. Indeks pun nyari menembus kembali level 4.200.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.390 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.150 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi kemarin (9/9), IHSG dibuka melaju 44,932 poin (1,10 persen) ke level 4.117,303 setelah dapat sentimen positif dari menguatnya pasar saham regional. Secara perlahan indeks terus menanjak berkat aksi beli selektif.
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah hingga siang hari. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks pada perdagangan kemarin ada di level 4.191,258.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melesat 77,979 poin (1,91 persen) ke level 4.150,333 menyusul ramainya aksi beli yang terjadi di lantai bursa. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi target aksi beli.
Aksi beli semakin marak memasuki perdagangan sesi sore. Baik investor asing maupun lokal makin getol berburu saham.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (9/9/2013), IHSG ditutup melesat 118,904 poin (2,92 persen) ke level 4.191,258. Sementara Indeks LQ45 ditutup meroket 24,794 poin (3,67 persen) ke level 700,853.
Seluruh lapisan saham berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham lapis dua di sektor industri dasar yang melonjak hingga lebih dari lima persen. Saham-saham unggulan juga tak mau ketinggalan ikut menguat.
Meski investor domestik mendominasi aksi beli, investor asing juga ikut-ikutan. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 65,46 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 178.133 kali pada volume 4,892 miliar lembar saham senilai Rp 5,749 triliun. Sebanyak 213 saham naik, sisanya 57 saham turun, dan 67 saham stagnan.
Sentimen positif dari Jepang yang akan jadi tuan rumah Olimpiade 2020 serta pertumbuhan ekonomi semester I yang melebihi prediksi membuat bursa-bursa di Asia kompak menguat di awal pekan ini. (dtc/fia)