Tarif Kereta Api Rute Panjang Turun Harga

MALANG – PT Kereta Api Indonesia kembali menurunkan tarif tiket kereta kelas ekonomi untuk jarak jauh. Mulai 1 September lalu, tarif kereta Matarmaja kelas ekonomi jurusan Malang-Jakarta yang semula seharga Rp 130 ribu, kini turun menjadi Rp 65 ribu per orang.
Penurunan tarif mencapai 50 persen tersebut menurut Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Rokhmad Makin Zainul karena telah turunnya dana Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah.
“Pada bulan Maret lalu naik kan karena tidak kunjung turunnya dana PSO untuk kereta ekonomi. Sementara biaya operasional terus membengkak, sedangkan penjualan tiket tak bisa menutupi biaya operasional” ujarnya.
Namun begitu dana PSO mulai dikucurkan kepada PT KAI, maka harga tiket ekonomi kini turun hingga setengah harga untuk Kereta Matarmaja jurusan Pasar Senen Jakarta. Kemudian Zainul memastikan, meskipun mengalami penurunan harga, untuk fasilitas dan pelayanan masih sesuai dengan apa yang dinikmati oleh penumpang kereta ketika harganya belum menurun. Misalnya stop kontak untuk mencharger handphone.
Kemudian dia melanjutkan, bahwa dengan penurunan ini semakin membuat masyarakat terbantu. Bila sebelumnya dengan harga Rp 130 ribu jumlah penumpang selalu mencapai 100 persen bahkan lebih, maka selama sepekan setelah penurunan, penjualan tiket juga lebih cepat.
“Dengan harga normal pun jumlah penumpang selalu di atas 848 orang. Mengapa bisa begitu, biasanya ada penumpang yang berhenti di Semarang. Selanjutnya ada penumpang baru, jadi kursinya terisi untuk dua orang. Maka kini perbedaannya, calon penumpang harus lebih cepat untuk pemesanan tiket,” bebernya panjang lebar.
Tidak hanya Kereta Matarmaja, kereta Tawangalun jurusan Malang-Banyuwangi juga turun. Tarif semula Rp 55 ribu turun menjadi Rp 30 ribu atau kembali ke tarif normal. Keputusan menurunkan tarif akan sudah mulai disosialisasikan kepada pengguna transportasi massal ini.
Sementara itu, terkait fasilitas terbaru dari PT KAI dalam hal pemesanan tiket via Blackberry, menargetkan tambahan sekitar 10 persen. “Untuk saat ini, Stasiun Kota Malang menyumbangkan rata-rata 2000 penumpang per hari. Dengan adanya mobile application Blackberry ini, tambahan sebanyak 200 penumpang per hari menjadi target hingga akhir tahun, sebagai perkenalan, dan pemesanan tiket bisa maksimal via smartphone,” imbuh Zainul. (ley/fia)