Materai Langka, Pembelian Dibatasi

Keterbatasan stok materai, membuat Kantor Pos Malang, mau tak mau menerapkan aturan pembatasan pembelian. Jika sebelumnya, masyarakat umum bisa membeli sebanyak mungkin materai Rp 3.000 dan Rp 6.000, kini setiap orang hanya bisa membeli 10 potong perhari.
Hal itu sengaja dilakukan semata demi menghindari kemungkinan adanya oknum pemborong, yang berpotensi memanfaatkan momen kelangkaan materai, dengan menaikkan harganya sampai dua kali lipat.
‘’Mulai sekarang (kemarin, Red.) kita batasi setiap satu orang hanya boleh membeli maksimal 10 materai saja,’’ seru Kepala Kantor Pos Malang, KM Amran, kepada Malang Post, kemarin.
Selama ini, materai Rp 3.000 memang jarang digunakan. Masyarakat umumnya lebih sering membeli materai Rp 6.000. Namun, kelangkaan materai Rp 3.000 juga berimbas ke materai Rp 6.000. Di sejumlah tempat, harga materai Rp 6.000 ikut melambung hingga Rp 12 ribu. Hal itulah yang sering dikeluhkan masyarakat.
Nyatanya, imbauan pihak Kantor Pos agar warga yang membutuhkan materai, membeli langsung di Kantor Pos terdekat, juga masih disalahgunakan. Karena tak ada pembatasan pembelian, banyak orang membeli dalam jumlah banyak untuk kemudian dijual lagi dengan harga selangit.
Dania Riswanti, warga Klojen, mengaku dirinya terpaksa merogoh kocek cukup dalam, karena membutuhkan materai untuk urusan administrasi.
‘’Saya beli yang materai Rp 6.000 dengan harga Rp 10 ribu di toko. Ya, terpaksa mau saja, di tempat lain tidak ada. Keperluan juga mendesak,’’ selorohnya kepada Malang Post.
Keluhan senada juga disuarakan mereka yang bersinggungan dengan administrasi publik. Amelia Sabita, staf notaris di kawasan Sawojajar menyayangkan minimnya stok materai belakangan ini. ‘’Untuk kebutuhan kantor, kami biasa membeli persedian materai dengan beli berlembar-lembar. Tapi, sekarang sulit sekali dapatnya. Padahal, dalam satu hari kantor kami bisa membutuhkan minimal 20 materai,’’ ungkapnya.
Meski tergolong langka, namun Amran memastikan stok materai di Kantor Pos Malang masih cukup. Sedikitnya 3.000 materai dengan rincian masing-masing 1.500 materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 baru saja dikirim dari Bandung.
Dengan asumsi setiap hari ada 30 orang yang membeli minimal 10 potong, dalam rentang waktu 10 hari diyakini stok materai bakal ludes.
Konon, terbatasnya stok materai itu disebabkan pemerintah akan menerbitkan bentuk materai yang baru. Hal itu menyebabkan, stok materai yang ada sekarang, dihabiskan terlebih dahulu, sebelum keluar desain baru pada 2014 mendatang. (tom/avi)