Konsumsi Pertamax Meningkat 5 Persen

Pasca kenaikan BBM bersubsidi bulan Juli lalu, Pertamina mengalami peningkatan penjualan BBM non subsidi jenis Pertamax di bulan Agustus. Setidaknya, peningkatan konsumsi mencapai 5 persen terjadi untuk keseluruhan SPBU yang tersebar di Malang Raya.
Tito Rivanto, Sales Representative Pertamina Region VII Jawa Timur menjelaskan, bahwa rata-rata kenaikan per harinya antara 3-5 persen. “Kenaikan penggunaan BBM non subsidi memang meningkat, tapi memang belum maksimal sesuai harapan kami,” jelasnya.
Menurut Tito, peningkatan penggunaan BBM non subsidi bisa mencapai 30 persen pada saat momen tertentu, misalnya saat menjelang lebaran, namun terbatas hanya 1-2 hari. Bila diaverage, volumenya bertambah hanya 5 persen.
Dari jumlah tersebut, secara rinci Tito menyampaikan bahwa peningkatan untuk BBM jenis pertamax mencapai 64 kiloliter untuk seluruh SPBU di Malang Raya. Dan jumlah tersebut didominasi dari wilayah Kabupaten Malang. “Perbandingannya untuk peningkatan konsumsi Pertamax, 55 persen di Kabupaten Malang,  35 persen di Kota Malang, dan 10 persen di Kota Batu,” papar dia panjang lebar.
Kabupaten Malang mendominasi peningkatan penggunaan BBM non subsidi khususnya jenis Pertamax sebab jumlah SPBU lebih banyak, yakni mencapai 49 SPBU. Meskipun tidak semua menyediakan BBM jenis Pertamax. Meskipun begitu, peningkatan tersebut belum sesuai harapan Pertamina. Sebab untuk wilayah Malang sesuai dengan penuturan Tito menargetkan peningkatan hingga 100 kiloliter. Atau meningkat 50 persen.
Sedangkan saat ini, secara keseluruhan untuk konsumsi BBM baik subsidi maupun non subsidi di Malang Raya mencapai 1200 kiloliter untuk premium, 400 kiloliter jenis solar dan 64 kiloliter jenis Pertamax.
Pengakuan Tito ini semakin kuat sesuai dengan penuturan Manager Operasional SPBU Talok, Kecamatan Turen. Keris Arisyah Halley memaparkan, peningkatan konsumsi pertamax mencapai 3 kali lipat. Bila biasanya sebelum ada kenaikan harga BBM bersubsidi, setiap harinya Pertamax hanya terjual 200 liter, hingga akhir Agustus rata-rata per hari mencapai 700 hingga 800 liter. “Meningkat drastis untuk konsumsi pertamax di tempat ini,” paparnya. (ley/nda)