Kilau Emas Kembali Meredup

MALANG – Sempat menjadi primadona di awal bulan ini dengan mengalami kenaikan, kini harga emas, baik perhiasan maupun batangan mulai turun. Setelah menyentuh harga Rp 540 ribu per gram di awal bulan, kini emas perhiasan 24 karat kembali berada di bawah Rp 500 ribu per gram.
“Sejak hari Kamis lalu harga perhiasan mulai turun. Emas 24 karat sekarang Rp 485 ribu per gram,” ungkap Hasan, Pedagang Emas di Pasar Besar Malang.
Menurutnya, meskipun harga menurun minat masyarakat dalam berburu emas masih sepi. Pasca kenaikan yang terjadi belakangan, penjualan di beberapa toko emas jenis perhiasan mengalami penurunan. Saat ini, untuk emas 88 persen harganya sebesar Rp 440 ribu per gram, emas 75 persen Rp 390 ribu per gram, dan emas 70 persen harganya Rp 370 ribu per gram.
“Masih belum ada perubahan berarti untuk penjualan, pasarnya masih tergolong sepi. Pasca lebaran trendnya memang seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, harga jual emas batangan dari PT Aneka Tambang (Antam) juga mengalami penurunan. Harga emas batangan di situs Logam Mulia untuk ukuran 1 gram dipatok Rp 539 ribu, turun lumayan banyak dibandingkan harga sehari sebelumnya sebesar Rp 552 ribu. Sedangkan untuk ukuran 5 gram harganya sebesar Rp 2,55 juta, ukuran 10 gram dipatok Rp 5,05 juta dan dengan berat 25 gram harganya Rp 12,55 juta. Sama dengan harga jual, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga turun dan ditetapkan di angka Rp 478 ribu per gram.
Di tempat terpisah, Prasetyo Utomo, Manager Bisnis PT. Platon Niaga Berjangka menjelaskan, menurunnya harga emas dipengaruhi oleh mulai ketidakstabilan perekonomian AS.
“Selama ini Amerika selalu menjadi patokan untuk perekonomian, dan harga komoditi termasuk emas, bila di sana terguncang investor terpengaruh,” jelasnya.
Dia melanjutkan banyak investor bakal menjual emas untuk mengurangi resiko kerugian di pasar modal, dan menyebabkan harga emas turun. Sehingga, di akhir-akhir ini naik ataupun turunnya harga emas lebih susah diprediksi.
“Namun mendekati akhir tahun biasanya lebih mahal atau bakal naik lagi,” pungkas dia.(ley/fia)