Pabrikan Otomotif Intai Pasar LCGC

MALANG – Terbitnya regulasi LCGC membuat Agya dan Ayla dengan cepat mendapatka pesaing di kelas LCGC. Beberapa brand mobil turut mengeluarkan koleksi mobil murah, salah satu yang sudah pasti adalah Honda Brio Satya yang dilaunching Rabu (11/9) lalu di Jakarta.
Manager Honda Mandalasena Malang, Daniel Deivis mengungkapkan, bahwa peluncuran Honda Brio Satya yang turut menyemarakkan pemasaran mobil ramah lingkungan. “Honda pun tidak mau ketinggalan meluncurkan adik Honda Brio dengan mendapat tambahan nama Satya yang berasal dari bahasa Sansekerta, dan berarti tulus atau setia dengan logo seperti bunga melati,” ungkapnya.
Menurut dia, harapan pemerintah agar semua brand mobil mengeluarkan produk LCGC bakal terus berlanjut pada brand lain pula. Sedangkan untuk Honda, adopsi Brio diharapkan semakin menyukseskan penjualan Honda, baik secara nasional maupun di wilayah Malang. Di Indonesia, 14 ribu unit Honda Brio telah berhasil dijual, dan bakal terus meningkat dengan kehadiran Honda Brio Satya.
“Kesempatan masyarakat mendapatkan city car dengan standar kualitas ada dalam Honda Brio Satya, namun harganya tetap terjangkau. Di Malang sendiri, saat ini penjualan Honda Brio berada di posisi kedua membayangi Honda Jazz, dengan rata-rata 40 unit per bulan,” bebernya kepada Malang Post.
Kemudian Daniel menambahkan, untuk Malang yang termasuk area Jawa Timur kisaran harga Honda Brio Satya antara Rp 109 juta sampai dengan Rp 121 juta. Honda Brio Satya terdiri dari 3 varian. Paling murah untuk tipe A seharga Rp 109 juta, Rp 114 juta untuk tipe S dan Rp 121 juta untuk tipe E. Semua tipe Brio Satya disokong transmisi manual lima percepatan. Honda menyiapkan enam pilihan warna Satya, yaitu taffeta white, alabaster silver metallic, crystal black pearl, rallye red, sunset orange II, dan polished metal metallic.
Di tempat terpisah, Sales Koordinator Suzuki Perdana Malang, Herry Tjiptomulja menyampaikan, Suzuki juga telah menyiapkan mobil murah. Nama mobil itu yakni Wagon R. Tetapi dia enggan memastikan kapan gacoan baru Suzuki itu akan dilaunching, sebab belum ada pemberitahuan hingga detik ini.
“Mungkin masih menunggu berakhirnya IIMS, atau malah perkenalannya di sana,” ujarnya.
Herry menambahkan, selama ini Suzuki lebih memilih wait and see terlebih dahulu melihat perkembangan kompetitor, baru memikirkan strategi dalam memasarkan mobilnya. Termasuk peluncuran Wagon R dan Suzuki Alto.
Dengan munculnya mobil murah ini, brand lain seperti Nissan, Mitsubshi juga siap menyusul menambah keramaian pengguna mobil di Malang. “Nissan pasti segera mengenalkan mobil murah juga,” ujar Yoseph Thamrin, Supervisor Nissan Malang. (ley/fia)