IHSG Membaik, Pasar Bursa Belum Aman

MALANG – Memasuki pertengahan bulan September, bursa saham mulai membaik. Indeks saham telah kembali menembus angka 4500 Senin (16/9) kemarin. Namun, kondisi ini masih belum aman menurut pelaku di dunia saham, sehingga jika bermain di pasar modal harus berhati-hati.
Venus Kusumawardhana, Head of Marketing Reliance Securities mengungkapkan, setelah terjerembab periode Agustus lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berangsur-angsur membaik.
“Puncaknya pada hari ini (kemarin) saham telah menembus 4500, dan membuat prediksi kami mulai mendekati kenyataan,” ungkapnya.
Menurut Venus, salah satu faktor utama membaiknya IHSG, dan pada senin (16/9) kemarin bisa melesat 146 poin disebabkan karena aksi beli yang dilakukan oleh investor asing. Investor telah kembali menanamkan modalnya, sehingga dana yang sempat hilang tersebut mulai ada kembali.
“Sejak akhir pekan lalu memang telah terlihat bahwa bursa akan mengalami peningkatan. Sebab, kondisi ekonomi yang mulai melemah sedikit demi sedikit teratasi, sehingga sentiment negatif investor pun berkurang,” paparnya kepada Malang Post.
Meskipun membaik, dia berpendapat masih ada beberapa perusahaan yang terpaksa melepas sahamnya dengan harga rendah. Sebut saja Astra atau Bukit Asam. Sementara perusahaan yang mulai mengalami kenaikan antara lain Indofood dan Gudang Garam.
Masih menurut dia, saat ini dunia investasi dan pasar modal memang belum begitu stabil. Hanya saja dia menekankan, bila memang pemilik modal intens dalam waktu dekat, harus benar-benar cermat dalam memilih perusahaan dalam menanamkan modal.
“Harus memilih perusahaan yang mempunyai fundamental bagus mengenai bisnis dan dananya. Suatu missal sisi perbankan,” tambahnya.
Meskipun perbankan memperoleh pandangan negatif belakangan, terutama dengan meningkatnya BI Rate, tetapi masih cukup prospektif untuk menjadi pilihan bermain saham.
“Sesungguhnya perbankan semakin diuntungkan dengan kenaikan suku bunga. Bisa jadi Mandiri maupun BRI adalah jujukan yang baik. Dua perbankan ini cukup bagus fundamentalnya, dan tidak terpengaruh melemahnya perekonomian nasional. Bila pendatang baru, ada baiknya berkonsultasi lebih dalam kepada broker,” pungkasnya.(ley/fia)