Okupansi Hotel Budget Stabil

MALANG – Semakin banyaknya hotel yang bermunculan di Kota Malang akhir-akhir ini tidak menjadi masalah bagi hotel budget dalam memperoleh tingkat okupansi yang tinggi. Salah satu buktinya, rata-rata okupansi hotel seperti ini di atas angka 70 persen, meskipun banyak yang menganggap saat ini merupakan masa low season dalam bisnis penginapan.
“Sejak pertama kali beroperasi, hotel kami tidak pernah okupansinya di bawah 50 persen. Meskipun tidak dalam masa liburan,” ungkap Zainudin, Manager Hotel Amaris Malang.
Hotel yang berada di kawasan Letjen Sutoyo ini bahkan cenderung tinggi tingkat okupansinya.
Pada saat liburan dan lebaran lalu, tidak jarang okupansinya penuh. Malahan selama liburan seperti pengakuan Zainudin, okupansinya 100 persen selama dua minggu sejak H-1 lebaran. Selanjutnya, okupansi di bulan Agustus berada pada angka 85 persen.
“Banyak kelebihan budget hotel, harga yang lebih ramah pastinya. Bahkan, di bulan September, okupansi harian berada di angka 90 persen,” bebernya kepada Malang Post. Dari jumlah tersebut pun dia berpandangan, bahwa Hotel Amaris tidak mengenal low season yang selama ini menjadi salah satu ketakutan yang harus dihadapi pasca lebaran.
Hal yang hampir sama pun diakui oleh Suswandi, Manager Dewarna Hotel. Dia menyampaikan, sejak berdiri pun okupansi paling rendah pada angka 70 persen. “Dari dua lokasi Hotel Dewarna, okupansi kami tetap tinggi,” jelasnya.
Hotel berkapasitas 44 kamar di Jalan Zainul Arifin, dan 77 kamar di Jalan Letjend Sutoyo ini di bulan September juga tetap tinggi okupansinya. Keduanya berada pada angka total 85 persen. Menurutnya, masih tetap tinggi dan sesuai harapan. Tidak jarang bulan ini okupansinya 100 persen. “Seperti tiga hari terakhir, dua hotel kami full,” tegas Suswandi.
Masih menurut dia, kondisi demikian sudah sesuai target Dewarna Hotel yang bermain dalam golongan hotel budget dengan bandrol kamar mulai dari Rp 250 ribu. Sangat cocok dengan tipe kunjungan di Kota Malang yang menjadi lokasi persinggahan, sehingga tipe tamunya hanya menginap sesaat.
“Beginilah untungnya bermain di hotel budget. Tidak takut dengan low season, yang ternyata tidak kami alami. Sebab tipe tamu kami wisatawan, yang hendak berwisata di Kabupaten Malang, Kota Batu maupun ke Bromo. Kami pun mendesain tampilan sudut hotel dengan gambar lokasi wisata, sehingga sesuai dengan market Dewarna,” pungkasnya. (ley/fia)