Harga Daging Merembet Naik

MALANG – Melonjaknya harga daging ayam beberapa hari terakhir ternyata juga terjadi pada harga daging sapi di pasaran. Saat ini, harga daging sapi kualitas paling baik di pasar tradisional telah menembus harga Rp 90 ribu per kilogram(kg) , sementara di pasar modern lebih tinggi lagi.
Seperti pengakuan dari H. Djazuli, pedagang daging sapi di Pasar Besar Malang (PBM). Dia mengungkapkan, kenaikan mulai terjadi sepekan terakhir. Menurut dia, saat ini harga daging sapi untuk rendang harganya telah mencapai Rp 88 ribu per kg, dari harga normal Rp 82 ribu per kg. Sedangkan untuk daging sapi jenis rawonan, kini juga antara Rp 80 ribu per kg sampai Rp 82 ribu per kg. “Daging sapi rawonan bisanya Rp 74 ribu sampai Rp 78 ribu per kg,” ungkap dia.
Menurut dia, pedagang daging sapi dalam menentukan harga mengikuti edaran dari Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia (HIPMI). Saat ini memang harga daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) telah mengalami kenaikan, sehingga pedagang juga turut menyesuaikan harga.
Djazuli menambahkan, salah satu faktor naiknya harga daging sapi pada saat ini adalah mendekati  hari Raya Idul Adha. “Setiap tahunnya juga seperti ini, begitu mendekati hari raya kenaikan pasti terjadi. Bahkan ini belum puncak,” bebernya kepada Malang Post.
Sementara itu, lonjakan harga daging sapi juga berlaku di pasar modern yang berada di Kota Malang. Di Hypermart Malang misalnya, saat ini harga daging sapi mencapai Rp 96 ribu perkg. “Harga ini belum termasuk daging sapi kualitas terbaik yang biasa digunakan untuk rendang, sekarang harganya Rp 104 ribu per kg,” ujar Sutrisno, Divisi Manager Fresh Product Hypermart Malang.
Sutrisno menjelaskan, lonjakan harga tersebut sangat besar, bahkan hampir mencapai 20 persen. Dari harga normal sebesar Rp 80 ribu, kini telah jauh di atas Rp 90 ribu per kg. Padahal, dalam masa promo terkadang Hypermart bisa menjual harga daging Rp 76 ribu per kg.
Dia melanjutkan, kenaikan sudah terjadi sejak awal September dan bertahan dalam waktu yang lama. Malahan, harga tersebut bakal terjadi lebih lama sampai dengan hari raya Idul Adha selesai.
“Kalau kenaikan harga daging sapi ini memang terpengaruh dengan mendekatnya hari raya, tetapi naiknya jauh lebih cepat,” lanjut dia.
Masih menurut dia, dengan kenaikan tersebut, penurunan volume penjualan mulai terjadi. Walau tidak terlalu banyak, namun sekitar 20 persen kuantitas penjualan daging sapi di pasar modern ini menurun. (ley/fia)