Mitsubishi Tak Terpengaruh LCGC

MALANG – Saat pabrikan Toyota, Daihatsu, Honda dan Suzuki telah meluncurkan low cost green car (LCGC)  dan segera disusul dengan Nissan, pabrikan Mitsubishi justru terlihat santai.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors saat ini lebih memaksimalkan unit yang ada sebagai penawaran mobil murah kepada customernya, yakni Mitsubishi Mirage.
“Saat ini Mitsubishi memang belum mengeluarkan mobil murah seperti beberapa pabrikan lain. Namun kami memiliki produk murah yang tidak murahan, yang sudah dikenal customer kami sejak tahun lalu,’’ ungkap Prianto, Branch Manager PT Sun Star Motor, Authorized Dealer Mitsubishi Malang.
Dia menjelaskan, rencana untuk mengeluarkan mobil murah memang ada. Hanya saja Mitsubishi cenderung mempelajari situasi. Saat ini, Mitsubishi Mirage yang dibandrol mulai dari Rp 140 juta bakal menjadi mobil murah sementara waktu hingga Mitsubishi benar-benar merilis LCGC, atau justru mobil hybrid.
Menurut Prianto, kejelasan mengenai mobil murah dari Mitsubishi bisa diperoleh melalui acara Indonesian International Motor Show (IIMS) yang berlangsung di Jakarta.
Sesuai dengan pengakuannya, yang jelas pada saat ini Mitsubish masih dalam tahap pengembangan produk serta melihat peluang bisnis di pasar entry level untuk tipe mobil LCGC.
‘’Sembari menunggu kepastian regulasi yang benar-benar menjadi batasan mobil murah, kami memaksimalkan Mirage itu sebagai kendaraan yang punya deferensiasi di kelas city car,’’ paparnya kepada Malang Post.
Sekarang penjualan Mirage di wilayah Malang Raya berada pada posisi ketiga penjualan mobil non niaga Mitsubishi, di bawah Pajero dan Outlander. Angkanya sebesar 25 persen dalam penjualan, dengan rata-rata penjualan per bulan mencapai 40 unit hingga akhir Agustus tahun ini. Bahkan hasil tersebut meningkat selama dua bulan terakhir menembus 50 unit.
Kini dengan adanya persaingan di pasar otomotif, khususnya segmen mobil 1000 cc, Mirage memiliki keunggulan yakni lebih dulu diperkenalkan.
‘’Malahan kami tidak perlu lagi launching, customer sudah tahu mengenai kualitas Mirage. Dengan keunggulan ini target penjualan Mirage harus lebih tinggi dibanding dari bulan sebelumnya,’’ urai pria yang baru tiga bulan pindah ke Malang ini.
Prianto menambahakan, mobil murah dan Mirage punya segmen yang berbeda. Bahkan soal efisiensi konsumsi bahan bakar, Mirage bisa menembus 24 km/liter. Pasar Mirage di kelas city car, dan di Indonesia kelas city car terus tumbuh cukup signifikan.
Lebih lanjut Prianto menerangkan, target penjualan kali ini di kisaran 50 unit per bulan hingga akhir tahun, atau menjadi 30 persen dalam menyumbang angka penjualan Mitsubishi untuk kategori mobil non niaga.
Hasil ini tampaknya didukung dengan pameran yang berlangsung di Mall Olympic Garden (MOG) Malang yang berakhir Selasa (24/9) kemarin. Rata-rata Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Mitsubishi Mirage selama pameran mencapai 5 unit per hari.
Sementara itu Prianto enggan berbicara lebih lanjut tentang penawaran mobil murah yang nantinya berbeda dari kompetitor. Bisa saja dalam hal teknologi, tetapi tetap berdasarkan persyaratan pengembangan mobil murah.
‘’Bisa jadi berbeda dengan LCGC merek lainnya, tetapi tunggu kejelasan saja dulu, dalam waktu dekat pasti segera diumumkan,’’ pungkas dia. (ley/avi)