Siapapun Bisa Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

MALANG –  PT Askes yang bakal berubah menjadi lembaga non profit dengan nama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (PBJS) Kesehatan mulai awal tahun depan bakal merevisi jumlah kepesertaan. Bila tahun ini untuk peserta Askes di Malang Raya sebesar 219 ribu peserta, maka tahun depan bisa melonjak berlipat.
I Putu Gede Widnyana, Kepala PT Askes Cabang Malang mengakui, sampai saat ini jumlah pasti untuk area Malang Raya yang menjadi tanggungan di tahun depan belum diterima. “Namun bila secara nasional memang sudah dirilis, dari 16,5 juta kepesertaan bakal berlipat mencapai 121 juta peserta,” bebernya.
Menurut Putu, peningkatan bisa mencapai 10 kali lipat karena sesuai data untuk area Malang Raya menjadi salah satu wilayah potensial untuk cakupan BPJS Kesehatan. Mulai dari peserta Askes itu sendiri, Jamsostek, Jamkesmas dan Jamkesda. Saat ini masih terbatas pada Pegawai Negeri Sipil, pensiunan, perintis kemerdekaan dan veteran. Dengan transformasi nanti, tidak ada batasan jabatan untuk peserta, semua bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan.
“Fakir miskin, orang tidak mampu, pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, serta bukan pekerja dan anggota keluarganya bisa menjadi peserta,” terangnya kepada Malang Post.
Persyaratan untuk menjadi penerima BPJS Kesehatan relatif mudah karena jangkauan biaya yang mesti disiapkan pun ringan. Mulai Rp 60 ribu per bulan untuk memperoleh jaminan kelas 1. Rumah sakit yang bakal melayani peserta BPJS Kesehatan di Malang Raya adalah Rumah Sakit Paru Batu, RSJ Lawang, RS. Astabrata Polri, Rumah Sakit Baptis, Marsudi Waluyo, Rumah Sakit Tentara Supraoen, RSAU Abd. Saleh dan Wava Husada. “Masih ditambah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di setiap wilayah yang kini juga telah melayani peserta Askes, Jamkesmas maupun Jamkesda,” pungkas pria asal Bali ini. (ley/han)