McD Beri Imunisasi 450 Anak

MALANG – McDonald terus melakukan kegiatan CSR untuk masyarakat di Indonesia. Melalui tour Ronald McDonald Care Mobile (RMCM) dari Yayasan Ronald McDonald House Carities (YRMHC), mereka menggelar kegiatan sosial berupa imunisasi untuk 450 anak di McD MT. Haryono Malang, Rabu (25/9) kemarin
“Yayasan Ronald McDonald House Charities merupakan yayasan yang fokus dalam mengupayakan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia. Melalui mobile care kami siap memberikan imunisasi di beberapa kota,” tutur Rini T. Wardani, Marketing Communication Manager YRMHC Indonesia.

Menurutnya, program Peduli Jawa yang kini berlangsung diawali dari Yogyakarta, berlanjut ke Malang, kemudian secara berturut-turut Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Semarang, Slawi dan terakhir di Tegal. Harapannya, 2500 anak di 8 kota tersebut mendapatkan imunisasi dari RMCM yang sengaja dilangsungkan di bulan September dan Oktober karena bertepatan dengan bulan Imunisasi Anak Sekolah.
Di Kota Malang 450 anak yang mendapatkan imunisasi berasal dari 5 sekolah di sekitar Dinoyo. “Yang memilih sekolah dari Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan kami, dan semuanya dari kawasan Dinoyo,” imbuhnya.
Anak-anak menjadi sasaran untuk kegiatan sosial ini, menurutnya karena kesehatan mereka merupakan masa depan bangsa. Ia menambahkan, mungkin saat ini tidak begitu terasa efek dari kegiatan tersebut, tetapi bila melihat efek 10 hingga 20 tahun ke depan, keuntungan bakal terasa.

Fokus pemberian imunisasi di daerah-daerah ini dinilai bermanfaat, khususnya di area Jawa yang sangat padat penduduk. Terkadang, cakupan imunisasi masih rendah, dan itu berbahaya bagi masa depan bangsa. Rini melanjutkan, dana dari keseluruhan rangkaian kegiatan YRMHC ini dari pelanggan setia McD yang tersebar di seluruh Indonesia. Selama ini, di setiap gerai McD terdapat kotak pengumpulan donasi yang selalu diisi oleh pelanggan. “Donasi ini juga dari masyarakat, untuk itu kami berterima kasih pula kepada pelanggan McD yang secara tidak langsung berpartisipasi dalam kegiatan ini,” lanjut dia.

Masih menurut dia, tujuan lain dari kegiatan imunisasi seperti ini bisa lebih cepat mengetahui kesehatan anak. Apabila anak mengalami kontra indikasi setelah imunisasi, penanganan selanjutnya dapat segera dilakukan. “Bila ditemukan penyakit lain, tentu bakal ada rujukan untuk memperoleh tindakan kesehatan lebih baik. Yang jelas, program preventif lebih baik daripada terlambat,” pungkasnya. (ley/han)