Bukopin Kebut Penyaluran Kredit KPR

Penyaluran kredit KPR Bank Bukopin Cabang Malang hingga September ini baru mencapai 60 persen, masih jauh dari target yang harusnya telah mencapai 80 persen di akhir bulan. Manager Bisnis Mikro Bank Bukopin Cabang Malang Didik Zainal Faizin mengungkapkan, bila melihat hasil yang ada sampai dengan Agustus memang tergolong jauh dari harapan, karena itu pihaknya terus menggenjot pertumbuhan kredit hingga akhir tahun nanti.
“Padahal menurut perhitungan, di triwulan terakhir antara Oktober sampai dengan Desember Bank Bukopin hanya butuh penyaluran di kisaran 20 persen,” ungkapnya.
Saat ini, rata-rata penyaluran KPR berada pada kisaran Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar per bulan. Total hingga bulan Agustus kemarin realisasi kredit mencapai Rp 46 miliar, sedangkan target total di tahun 2013 ini sebesar Rp 68 miliar, sehingga kekurangan sebesar Rp 22 miliar harus bisa dipenuhi dalam jangka empat bulan ke depan.
“Bila dirata-rata empat bulan tersisa ini, kami harus memiliki transaksi Rp 5,5 miliar setiap bulan. Walaupun begitu, kami masih optimis untuk mencapai target, bahkan lebih juga masih yakin kok,” bebernya kepada Malang Post.
Didik optimis sebab berdasarkan hasil sementara di bulan September ini Bank Bukopin menerima 218 aplikasi pengajuan KPR. Jumlah pengajuan yang tergolong tinggi ini salah satunya diperoleh dari pameran Kemenpera di awal bulan lalu. Menurutnya, dari total pengajuan KPR di September, 70 persen berasal dari pameran yang menawarkan kredit rumah dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
“Untuk saat ini Bank Bukopin memang baru melayani KPR FLPP, dengan permohonan kredit kecil di bawah Rp 100 juta. Maka dari itu penyaluran per bulannya terhitung kecil. Pengajuan KPR FLPP di September ini memang sangat tinggi, dan sebagian besar pasti goal untuk kami danai rumahnya,” papar dia panjang lebar.
Lebih lanjut Didik menekankan, Bank Bukopin akan lebih pro aktif dalam menyalurkan dana kredit KPR untuk mengejar sisa target. Bank yang berpusat di Jalan Semeru ini menargetkan pencairan KPR minimal untuk 50 rumah. Angka minimal tersebut sesuai estimasi Didik bakal mudah diperoleh sebab kebutuhan masyarakat untuk golongan rumah MBR sangat tinggi. “Minimal 50 aplikasi kami cairkan, pengecualian di bulan ini yang bisa menembus 100 pencairan lebih,” pungkasnya. (ley/han)