Penggunan RFID Belum Jelas Di Malang Raya

MALANG – Rencana Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas (BPH Migas) dan Pertamina untuk menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) demi pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tampaknya belum bisa terealisasi di Malang Raya dalam waktu dekat. Pasalnya, hingga saat ini untuk area pemasaran Region VII Jawa Timur pemberitahuan teknis untuk pelaksanaan belum ada kejelasaan.
Sales Representative Pertamina Region VII Jawa Timur, Tito Rivanto mengungkapkan, hingga saat ini untuk regionnya belum menerima pemberitahuan dari pusat. “Belum tahu untuk daerah Malang Raya kapan mulai bisa diaplikasikan, sebab belum ada kejelasan tertulis mengenai itu hingga kini,” ungkapnya.
Menurutnya, bila melihat pernyataan ketua BPH Migas dan juga Dirut Pertamina, area Jawa dan Jawa Timur, target pemakaian RFID akan diaplikasikan pada bulan ini. Namun dia menjelaskan belum ada persiapan sama sekali, sehingga dia masih pesimis RFID bisa direalisasikan bulan ini.
“Melihat berita di media dan pernyataan yang ada memang harusnya bulan ini. Tetapi lebih baik kami menunggu kejelasan terlebih dulu, karena di seluruh Indonesia pada akhirnya melakukan hal yang sama. Tugas di setiap regional hanya mengikuti instruksi,” papar Tito.
Dia menambahkan, tujuan utama dari adanya RFID ini untuk penyaluran BBM bersubsidi yang lebih tepat sasaran. Apalagi bila melihat saat ini, meski harga BBM bersubsidi sudah naik, tingkat konsumsinya masih tinggi. Harapannya, dengan penggunaan RFID dan penempelan stiker di setiap kendaraan yang berhak menerima penyaluran bisa membantu petugas SPBU. Utamanya untuk jenis solar yang saat ini masih tinggi tingkat konsumsinya.
Masih menurut Tito, bila pemberitahuan sudah diterima, Pertamina Region VII Jawa Timur mulai bekerja keras melakukan pemasangan RFID tag pada kendaraan. “Nantinya diharap tidak ada over kuota seperti yang selalu terjadi di akhir tahun, sehingga menambah pengeluaran pemerintah demi kuota BBM,” kata Tito.
RFID memiliki kemampuan sebagai monitoring dan pengendalian konsumsi BBM subsidi. Fungsi monitoring mencatat semua transaksi pembelian BBM subsidi. Sedangkan fungsi pengendalian untuk mengatur kendaraan apa saja yang boleh membeli BBM subsidi. Pengendalian konsumsi BBM ditujukan kepada angkutan umum, sepeda motor, mobil pribadi serta kendaraan lain yang mengkonsumsi BBM subsidi. (ley/fia)