Dewandaru Kuasai Penjualan Batik di Sarinah

MALANG – Sarinah The Indonesian Emporium Malang tetap memprioritaskan produk nusantara seperti batik di dalam gerainya. Aneka produk batik tersebut salah satunya merupakan Batik Dewandaru yang mencatatkan penjualan tertinggi untuk produk batik di Sarinah yakni mencapai 30 persen.
Store Manager Sarinah, Lies Sukarningsih menyampaikan, dari sekitar 20 macam merek batik yang berada di lantai 2 store, Batik Dewandaru menjadi pilihan favorit pelanggan setia Sarinah. “Produk dari Pekalongan ini memimpin penjualan batik bagi Sarinah,” ujarnya.
Menurut dia, kelebihan dari batik tersebut adalah banyaknya pilihan yang disiapkan, mulai dari fashion hingga aksesoris, seperti blangkon, dompet, gelang, hingga sepatu. Harganya pun variatif. Bila beberapa produk lain tidak sampai 10 persen menyumbang penjualan batik setiap bulannya, maka Dewandaru bisa di atas 25 persen.
Batik Dewandaru memiliki kisaran harga Rp 290 ribu sampai dengan Rp 1 jutaan. “Paling murah selain aksesoris seperti syal. Paling mahal pada pilihan sarimbit. Bahannya pun mulai dari katun, katun dobby hingga sutra,” bebernya kepada Malang Post. Batik Dewandaru menyumbangkan angka penjualan perbulan pada kisaran Rp 70 juta sampai dengan Rp 90 juta.
Sedangkan omzet penjualan batik di Sarinah mulai dari Batik Boroko, Batik Semar, Batik Tetuko, Batik Antik hingga Batik Dewandaru menyumbangkan 35 persen omzet keseluruhan. “Di tahun 2013 ini memang lebih menurun daripada tahun-tahun sebelumnya untuk omzet batik, tetapi tidak banyak. Tahun lalu rata-rata 40 persen sumbangan dari batik,” beber dia.
Sementara itu di hari Batik Nasional yang jatuh pada hari Rabu (2/10) kemarin, seluruh karyawan Sarinah mengenakan seragam batik. Menurut Lies, memakai seragam batik bagi seluruh karyawan bakal berlangsung selama dua hari hingga hari ini. (ley/fia)