Harga Emas Kembali Meredup

MALANG – Harga logam mulia baik jenis perhiasan maupun batangan cenderung menurun selama bulan Oktober ini. Bahkan, sepekan terakhir harga emas perhiasan menyentuh Rp 485 ribu per gram untuk emas 24 karat.
Salah satu pedagang emas di Pasar Besar Malang, H. Hasan mengakui bahwa harga emas sejak pertengahan September lalu mengalami penurunan setelah sempat menjadi primadona di awal bulan.
“Sempat menembus Rp 535 per gram bulan lalu, namun Oktober ini harganya stabil rendah,” ujarnya.
Menurut dia, selama sepekan ini tidak ada pergerakan berarti untuk harga emas. Harga yang rendah pun masih belum menarik minat masyarakat untuk berinvestasi emas perhiasan. Padahal, sejak minggu lalu pergerakan harga emas sudah berkutat di kisaran Rp 485 ribu per gram hingga Rp 495 ribu per gram.
Untuk harga emas perhiasan 85 persen saat ini sebesar Rp 425 ribu per gram, emas 75 persen dengan harga Rp 380 ribu per gram dan emas 70 persen kini Rp 360 ribu per gram. Meskipun lebih murah masyarakat masih sepi dalam membeli emas, justru beberapa periode terakhir, konsumen cenderung melepas emasnya.
Dia menambahkan, berdasarkan pengakuan masyarakat, mereka cenderung menjual karena sedang membutuhkan dana. Padahal dengan harga yang rendah justru sebaliknya masyarakat harus berinvestasi dengan membeli emas bukan menjual emas.
“Walaupun ada masyarakat yang membeli, namun tidak begitu banyak bila melihat harganya yang rendah,” bebernya kepada Malang Post.
Sementara itu untuk harga emas batangan dari Aneka Tambang saat ini sebesar Rp 534 ribu per gram. Harga yang cenderung stabil, dengan harga buy back sebesar Rp 474 ribu per gram.
Menurut Anjar Budi Kustanto, Manager Penjualan Solusi Tunai, harga emas yang cenderung stabil rendah ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana investasi. Apalagi, faktor Shutdown Amerika Serikat yang kini terjadi diprediksi oleh beberapa pelaku ekonomi bisa menguntungkan dari segi investasi emas yang berharga rendah.
“Mulai ramai lagi penjualan emas batangan setelah sepi di bulan September lalu, banyak faktor pula yang mempengaruhi harga emas, selain trend tahunan yang sesuai prediksi, juga kondisi ekonomi Amerika yang belum stabil,” jelasnya. (ley/fia)