Daihatsu Uji Ketangguhan Terios

MALANG – Sejak Januari hingga September 2013, Daihatsu Malang telah mencatatkan angka penjualan sebesar 1200 unit. Hingga penghujung tahun, pabrikan mobil yang berbasis di Jepang ini menargetkan penjualan sebanyak 1500 unit.
Kepala Cabang Daihatsu Malang, Agus Mulyono menjelaskan, kontribusi terbesar penjualan Daihatsu di Malang saat ini adalah Xenia sekitar 30 hingga 35 persen. “Di posisi kedua, Sport Utility Vehicle (SUV) dan kendaraan niaga saling menyalip. Untuk SUV, andalan kita adalah Terios,” ungkap Agus saat berbincang dengan Malang Post.
Agus menambahkan, untuk mengatrol penjualan Terios, Daihatsu saat ini rutin menggelar kegiatan ekspedisi untuk membuktikan ketangguhan SUV seharga Rp 200 jutaan tersebut. Ekspedisi tertajuk Terios Seven Wonder tahun ini mengambil tema Hidden Paradise.
“Ekspedisi kali ini start di Jakarta dan berakhir di Pulau Komodo. Jarak tempuhnya  2.566 km dengan masa tempuh selama 12 hari,” tambah Koordinator Terios Seven Wonder, David Setyawan.
Sebanyak tujuh unit Terios yang terdiri dari lima unit Terios TX MT dan dua unit Terios TX AT digeber untuk kegiatan ini. David menambahkan, ekspedisi  yang bertujuan untuk membuktikan ketangguhan Terios sebagai Sabahat Petualang diberbagai kondisi medan jalan ini akan mengunjungi tujuh destinasi eksotis dengan karanter alam yang berbeda.
“Ada 24 orang yang terlibat dalam ekspedisi ini. terdiri dari media dan blogger,” tegas David saat berbincang dengan Malang Post di kantor Daihatsu Ahmad Yani Malang.
Sesuai dengan namanya, perjalanan mencari hidden paradise ini dibagi dalam tujuh etape.  Etape pertama dari Jakarta menuju Pantai Sawarna. Etape kedua dilanjutkan menuju desa Kinahrejo lereng Gunung Merapi Jogjakarta.
Etape ketiga dilanjutkan ke kaki Gunung Semeru, tepatnya mengunjungi pemukiman suku Tengger. Etape keempat, tim Terios Seven Wonder menuju Taman Nasional Baluran yang dikenal sebagai Little Africa.
“Etape kelima hingga ke tujuh berturut-turut ke Desa Sade yang berada di Lombok, kemudian menuju Dompu di Nusa Tenggara Barat, dan ditutup dengan perjalanan ke Pulau Komodo,” rinci David.
Kunjungan ke masyarakat Suku Tengger, lanjut David juga diikuti dengan aksi Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penyerahan alat kebersihan kepada warga. Sebelumnya, tim ekspedisi juga melakukan penanaman 10 ribu pohon di Kinahrejo. (fia)