Pemesanan Tiket KA via BBM Belum Maksimal

MALANG – Program pemesanan tiket Kereta Api via aplikasi PT KAI di BlackBerry yang diluncurkan  PT Kereta Api Indonesia di bulan Agustus lalu belum dimaksimalkan penggunaanya oleh penumpang. Hal ini bisa dilihat dari prosentase pemanfaatkan aplikasi PT KAI di BlackBerry yang belum mencapai 10 persen untuk  calon penumpang di wilayah Malang Raya.
“Berdasarkan catatan selama bulan September lalu, dalam sehari, untuk pemesanan tiket via BBM dengan keberangkatan dari Stasiun Besar Malang belum mencapai 200 penumpang dalam sehari,” ungkap Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Zainul Arifin.
Zainul memperkirakan, dari 2000 penumpang yang berangkat dari Stasiun Kota Baru, hanay sekitar 100 penumpang saya yang memesan tiket melalui aplikasi PT KAI di BlackBerry. Jumlah tersebut pun tak terjadi setiap hari. Padahal, dengan adanya pemesanan yang lebih mudah Zainul berharap calon penumpang memanfaatkannya.
Pria ramah ini berasumsi, calon penumpang dengan memesan tiket via aplikasi di BlackBerry akan lebih banyak di bulan Oktober. Adanya hari raya Idul Adha dan long weekend membuat permintaan tiket mengalami kenaikan.
“Hingga minggu ketiga saja sudah banyak tiket yang terpesan, di situ baru bisa terlihat jumlah pemesan via BBM. Laporan sementara sudah mulai meningkat penumpang yang memesan tiket, ” imbuh dia.
Zainul mengungkapkan, target rata-rata reservasi via aplikasi di BlackBerry sebanyak 200 penumpang dalam sehari diperkirakan akan tercapai mulai Oktober hingga penghujung tahun 2013.
“Tapi data pastinya langsung tercampur siapa yang menggunakan fasilitas tersebut. Kami hanya tahu ketika mereka mengambil pesanan tiket setelah proses pembayaran dilakukan, sesuai dengan ketentuan booking tiket melalui BBM tersebut. Yang jelas, melalui fasilitas tersebut kini belum mencapai target minimal kami sebesar 10 persen,” paparnya panjang lebar.
Sementara itu, di bulan September lalu load factor kereta api dari Malang ke semua tujuan sebesar 80 persen. Menurun daripada bulan Agustus lalu yang mencapai 91 persen. “Memang bulan ini menurun, tetapi beberapa tiket kelas ekonomi seperti KA Mataremaja selalu 100 persen penumpangnya. Bahkan bisa 105 persen, sebab ada penumpang yang turun dan ditempati dengan penumpang baru ketika berhenti di stasiun berikutnya. Sehingga jumlahnya di atas 100 persen,” jelas Zainul. (ley/fia)