Peserta Askes Bisa Naik 10 Kali Lipat

MALANG – Transformasi PT Askes menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kurang dari 3 bulan lagi. Persiapan menuju kesana pun menjadi tugas berat bagi PT Askes Malang. Selain menerima pengalihan peserta dari Jamsostek, Jamkesmas dan Jamkesda, masih ditambah sosialisasi kepada masyarakat lainnya yang saat ini belum termasuk dalam penjaminan di salah satunya.
Kepala PT Askes Cabang Malang, I Putu Gede Widnyana menuturkan, Askes akan mengalami perubahan besar dalam hal jumlah peserta jaminan kesehatan. Bila selama ini secara nasional jumlahnya sebesar 16,5 juta menjadi 121 juta peserta. “Meningkat tujuh kali lipat lebih dalam lingkup nasional,” tuturnya.
Sementara itu di wilayah Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu saat ini berjumlah 217 ribu. Itu hanya meliputi PNS, Veteran, dan TNI/Polri. Sedangkan setelah berubah nanti, dia memprediksi berubah 8-10 kali lipat.
“Jumlah masyarakat di Malang Raya yang mengikuti Jamkesmas, Jamkesda dan Jamsostek tergolong besar. Dari jumlah tersebut bisa menambah peserta BPJS Kesehatan sekitar 8 kalinya, belum ditambah yang baru terdata,” ungkap pria asal Bali ini. Menurutnya, tambahan yang bisa membuat angka di luar prediksi tersebut berasal dari masyarakat atau fakir miskin yang baru memahami mengenai jaminan kesehan ini.
Dia menambahkan, persyaratan untuk menjadi penerima BPJS Kesehatan relatif mudah karena jangkauan biaya yang mesti disiapkan pun ringan. Mulai Rp 60 ribu per bulan untuk memperoleh jaminan kelas 1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama meliputi administrasi pelayanan, pelayanan promotif dan preventif, pemerikasaan, pengobatan, konsultasi medis non spesialistik, pelayanan obat dan rawat inap tingkat pertama. Untuk pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan meliputi rawat jalan dan rawat inap.
“Alur pelayanannya pun mudah dengan menunjukkan identitas peserta di Rumah Sakit untuk mendapatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Baru bisa diketahui membutuhkan rujukan untuk mendapatkan fasilitas rawat jalan atau rawat inap. Jaminan kesehatan ini pun lebih lengkap dan menguntungkan bagi semua kalangan,” papar dia panjang lebar.
Pria berkacamata ini berharap, untuk pemerintah daerah turut berpartisipasi mensosialisasikan. “Selama ini untuk pengajuan Jamkesmas dan Jamkesda kan ke Pemda, jadi yang sosialisasi kami harap bukan dari PT Askes juga. Seperti yang dilakukan Jamsostek kepada pesertanya. Selain itu, masyarakat yang belum juga bisa memahami pentingnya BPJS Kesehatan ini,” tegasnya. (ley/fia)