Ibis Style Mulai Terima Tamu Walk In

MALANG – Satu lagi hotel kembali hadir di Kota Malang. Mulai Selasa (15/10) kemarin, ibis Styles Malang mulai melakukan soft opening untuk memperkenalkan keberadaannya kepada wisatawan yang berkunjung ke Malang Raya.
General Manager ibis Styles Malang, Eksi Ayuningtyas menyampaikan, soft opening tersebut berlaku bagi tamu walk in saja. “Saat ini masih trial untuk operasional hotel. Jadi memang baru hari ini mulai menerima tamu dalam jumlah kecil, bukan golongan grup. Paling tidak sampai akhir Oktober ini,” ujarnya.
Menurut dia, sempat ada reservasi beberapa hari terakhir untuk menggunakan fasilitas penginapan hotel yang masih dalam satu jaringan Accor Hotel tersebut. Namun karena masalah kesiapan room dan beberapa hal lain, terpaksa menolak tamu yang menurut dia berjumlah 30 orang. Saat ini, kesiapan untuk operasional hotel yang berada di kawasan Jalan S. Parman ini terhitung masih 80 persen. “Untuk room baru setengah dari 150 yang ada sudah siap huni,” tegasnya.
Dia menambahkan, ibis Styles Malang termasuk golongan hotel budget premium. Menurutnya, untuk pilihan room pun sesuai dengan kelasnya, terdiri dari standart room dengan jumlah 136 kamar, dan deluxe room yang berjumlah 13 kamar. Ada lagi satu kamar dengan nama Executive Suite.
“Untuk luas sesuai standart, Ibis Styles bertipe budget yakni 22 square meter. Sedangkan Suite room mencapai 92 meter persegi, hanya satu kamar saja,” beber perempuan berkacamata ini.
Masih sesuai penuturannya, perbedaan dengan hotel budget lain sehingga Ibis Styles Malang yang memiliki warna hijau sebagai ciri khasnya ini bisa disebut juga dengan hotel bintang tiga yakni fasilitas yang lengkap. Kolam renang, meeting room berkapasitas sampai 270 orang, restoran, dan gym. Saat ini, hotel terdiri dari 12 lantai ini masih dalam proses penyelesaian tiga lantai paling atas.
Dalam masa soft opening ini, Eksi menyampaikan bahwa ibis Styles belum memiliki target angka untuk okupansi. “Masih dalam percobaan, kami melihat respon tamu terlebih dulu. Paling tidak, maksimal 1,5 bulan ke depan tujuan kami adalah pengenalan brand terlebih dahulu,” tambah dia.
Lebih lanjut Eksi memaparkan, hotel yang menggunakan konsep gravity untuk bagian restorannya ini memiliki prinsip mencintai lingkungan dan juga budaya sekitar. Seperti penggunaan art buah apel atau payung khas Malang di dalam kamar. Selain itu, di beberapa property hotel seperti tempat sampah dan sudut kamar mandi juga memberi pesan hemat energi, penggunaan bahan bebas plastik serta upaya penanaman pohon dari jaringan Accor Hotel yang berada di seluruh dunia. (ley/fia)